Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Rayakan kebahagiaan ditengah lemahnya ekonomi, Novotel dan Ibis tetap konsisten

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Ditengah konflik ekonomi di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur yang belum memberikan signal positif bagi para operator Hotel, tentu menjadi membuat tantangan tersendiri untuk mempertahankan tingkat okupansi dan revenue.

Imbas dari lesunya ekonomi di Kaltim ini, masih dirasakan operator hotel. Kendati beberapa bulan terakhir, ekonomi di Kaltim mulai menunjukkan ada perubahan seiring dengan mulai menggeliatnya bisnis tambang batubara dan kelapa sawit, seakan membuat para operator hotel bisa sedikit bernafas lega.

Harapan positif tersebut, menjadi langkah pengelolah hotel untuk mengatur strategi dan jemput bola serta memanfaatkan tehnologi kekinian untuk meningkatkan okupansi dan revenue.

Merayakan kehadirannya di Kota Balikpapan yang ke 10 tahun bagi Novotel dan ke 5 tahun Hotel Ibis Balikpapan, membuat hotel yang dibawa operator Accor Group Indonesia, ini tetap konsisten untuk menjadi hotel terbaik di Bumi Etam.

Direktur Operasional Midscale & Econommy Hotel Sumatera dan Kalimantan, Edrian Hananto, mengatakan Balikpapan merupakan salah satu wilayah yang perekonomiannya bergantung pada pertambangan dan perkebunan kelapa sawit serta minyak dan gas, pengoperasiannya tentu berbeda dengan wilayah yang menonjolkan pariwisata, itu sebabnya yang menjadi pertimbangan dalam pengelolahan.

“Balikpapan merupakan kota bisnis. Sedikit konsumen sektor wisata ada. Namun, signal membaiknya ekonomi di Kaltim dengan meningkatnya harga tambang dan kelapa sawit. Namun dalam mempertahankan okupansi, Novotel maupun Ibis, mengutamakan voice of gest. Suara tamu maupun karyawan menjadi langkah inovatis kami,” kata Edrian, saat jumpa pers, Jumat (5/5/2017), di Novotel Balikpapan.

Voice of gest ini, kata Edrian, pada dasarnya, naik turun dalam sebuah usaha merupakan hal yang tak bisa di hindari. Hanya saja mengatasinya dengan langkah inovatif dan memanfaatkan kondisi serta mengikuti perkembangan teknologi. Accor menjadikan voice of gest sebagai langkah inovatif dengan memanfaatkan teknologi.

“Suara tamu merupakan inovasi kami. Karena masukkan atau keluhan serta aspirasi dari tamu menjadikan kami untuk terus mengembangkan pelayanan yang terbaik,” ujar Edrian.

Senada juga diungkapkan Executive Assistant Manager Hotel Novotel, Ulysses Jeffrey. Dia menyebutkan Novotel terus mengedepankan pelayanan terbaik kepada tamu dengan memberikan kenyamanan seperti layaknya di rumah sendiri.

Selain itu juga, Novotel merupakan hotel satu-satunya yang memiliki restoran hotel di Balikpapan yang menyajikan menu makanan lebih dari 100 pilihan.
“Selain restoran terbaik, fasilitas lainnya seperti kolam renang, fitnes center, bar dan ruamg bisnis yang nyaman,” kata Ulysses.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Grand Balikpapan, Gafur Chalik, mengatakan, managemennya selalu mendukung program maupun ekonomi Kota Balikpapan dibidang perhotelan. Dimana Grand Balikpapan merupakan salah satu owner Novotel dan Ibis Hotel Balikpapan.

Gafur sendiri banyak menceritakan latar belakang Novotel dan Ibis berdiri di Kota Beriman ini. Dimana sebelumnya lahan seluas sekitar 2 hektar yang merupakan milik Pemkot Balikpapan sebelum Novotel dan Ibis, sebelumnya bernama Hotel Balikpapan.

Dengan menghadapi banyak kendala, akhirnya Accor Indonesia menerima tawan dan bisa mendirikan Hotel Novotel pada tahun 2007 dan lima tahun kemudian atau tahun 2012, Hotel Ibis didirikan.

“Dalam pengoperasiannya, Novotel dan Ibis menjadi salah satu penghasil pajak terbesar bagi kota Balikpapan. Bahkan kami mendapatkan penghargaan pembayar pajak terbaik dan terbesar di Balilpapan,” kata Gafur.
Penulis : Michael M
Editor : M Mailangkay

Berita Terkait