Berita Terkini Pendidikan 

Rendi Ismail : P4 hendaknya digalakkan kembali

Rendi Susiwo IsmailBALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com-Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P4 sudah tidak dilakukan lagi pasca negeri ini melakukan reformasi tahun 1998 silam. Padahal peranan P4 teramat penting demi menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa dan negara.

Hal ini seperti dikatakan Rendi Susiswo Ismail, bahwa adanya penataran P4 itu begitu mutlak adanya. Karena di dalamnya terkandung makna dan falsafah bangsa Indonesia.

“Berbeda dengan jaman dulu, penataran P4 itu harus diikuti dan hukumnya wajib. Ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta tanah air. Dahulukan ketika mau mau masuk SMP, SMA ataupun SMK hingga mau masuk ke perguruan tinggipun wajib ikut penataran P4,” ujar Rendi Ismail saat ditemui cahayakaltim.com di ruang kerjanya.

Dampak dari pada tidak adanya penataran P4 ini dilihat minimnya rasa cinta kepada bangsa sendiri.

“Tidak sedikit warga yang  seolah acuh. Tidak ada rasa menghormati dan menghargai. Seolah tidak ada sesuatu yang harus jadi panutan. Inikan tanda kalau masih ada atau bisa saja banyak yang tidak menghargai bangsa sendiri,” ujar Rendi lagi.

Lebih lanjut ia mengatakan, penataran P4 itu hendaknya digalakkan lagi. Sebagaima yang sudah dilakukan di era orde baru.

“Dahulu, mahasiswa saja yang sudah memasuki semester akhir, jika belum mengikuti penataran P4, maka dipastikan tidak bisa mengikuti ujian akhir. Tidak bisa ikut skripsi. Begitu pentingnya kala itu mengikuti penataran P4,” ujar Rendi lagi.

Ia juga berharap kepada pemerintah pusat, hendaknya penataran P4 itu kembali diadakan. Sebab di dalam P4 jelas, ada materi materi yang saat ini sudah luntur.

“Seperti wawasan nusantara dan wawasan wiyata mandala. Materi ini luar biasa. Dan harus ditanamkan sejak dini kepada anak anak, sebagai generasi penerus bangsa ini,” paparnya.

Ia juga mengatakan agar pengenalan dan pemahaman tentang Pancasila itu harus kembali digalakan lagi melalui penataran P4. Dengan tujuan agar bangsa ini menjadi kokoh dan bermartabat.

“Makanya jangan disalahkan apabila ditemukan seseorang atau sekelompok orang yang berprilaku seenaknya saja. Tanpa lagi mengindahkan palsafah bangsa kita, yaitu Pancasila. Itu perlunya kita memahami dasar negara kita, agar bangsa ini kokoh dan bermartabat,” pungkasnya.(alfian tamzil)

Berita Terkait