Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Residifis Jebolan LP Nusakambangan Ditangkap BNNK Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Seorang residifis jebolan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nusakambangan bernama Sutrisno alias Gopak (41), kembali harus berurusan dengan hukum lantaran diduga kedapatan membawa narkotika jenis Sabu seberat 56,4 gram beserta pil double L sebanyak 200 butir.

Lelaki berbadan agak kurus dan bertato ini ditangkap Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan, pada 5 Oktober 2018 lalu saat hendak bertransaksi di kawasan pelabuhan speedboat, Jalan 21 Januari, Baru Tengah, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.

Kepala BNNK Balikpapan, Komisaris Besar Polisi, Muhammad Daud mengatakan, pengungkapan terhadap alumni LP Nusakambangan tersebut bermula dari adanya informasi dari seseorang yang dipercaya yang melaporkan bahwa dijalan masuk pelabuhan speed Balikpapan Barat akan ada aktifitas jaringan narkoba di daerah Pelabuhan Speedboat tersebut.

Dari infomrasi tersebut, BNNK langsung membentuk tim investigasi dan melakukan pengecekan di lapangan. Alhasil, sekira pukul 21.30 Wita melintas seorang laki-laki memasuki kawasan pelabuhan dan setelah ditanya petugas lelaki itu gugup tidak tenang dan petugas pun langsung melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti. Dimana, saat ditangkap, pelaku diduga dalam kondisi mabuk.

“Mendapat informasi dari informan, kami langsung bergerak dan meminotoring kawasan tersebut dan menemukan pria ini dan dilakukan penggeledahan dan kami menemukan barang bukti tersebut. Pria yang kami tangkap ini merupakan residivis dari pengeroyokan dan penadahan curanmor di LP Nusakambangan . Tapi dia termasuk kooperatif terhadap kami ,” terang Daud, kepada cahayakaltim.com, Minggu (7/10/2018).

Selain menangkap Sutrisno, BNN juga menemukan rekan pelaku berinisial RN. Dimana menurut BNN Balikpapan, RN diduga merupakan bandar besar sabu yang sekarang menjadi DPO (daftar pencarian Orang) pihaknya dan Kepolisian.

Modus pelaku yang digunakan adalah mengajak memakai sabu bersama-sama dan setelah itu menjanjikan upah sejuta. Tapi belum dikasih upah Sutrisno keburu ditangkap oleh pihak BNN.

Kendati Sutrisno mengakui perbuatannya, namun jeratan hukum sudah disiapkan. Pelaku dikenakan Pasal yang disangkakan untuk tersangka yaiut pasal 112 ayat(2) subsidair pasal 114 ayat (2) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk masalah double L kami serahkan pihak kepolisian terkait undang-undang kesehatan  karna kami hanya mengurus narkotika saja,” tutup Daud. (*)

Penulis : Echi

Editor : Michael M

Berita Terkait