Berita Headline Berita Terkini Bumi Etam 

Rizal Effendi resmikan layanan lumpur tinja terjadwal

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Mewujudkan kota yang layak huni dan berkelanjutan melalui peningkatan pelayanan air limbah, Pemerintah Kota Balikpapan meresmikan program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT).

Layanan ini telah diluncurkan oleh Wali Kota Balikpapan, H Rizal Effendi di Kelurahan Bahagia Kecamatan Balikpapan Selatan pada Sabtu (29/04/17).

Peluncuran ini ditandai dengan pengguntingan pita pada mobil tanki layanan lumpur tinja, penandatanganan secara simbolis pernyataan sebagai pelanggan LLTT dan penandatanganan prasasti Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Manggar.

Direktur PDAM Kota Balikpapan Haidir Effendi mengatakan layanan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Kota Balikpapan melalui upaya menghindarkan dari ancaman penyakit yang disebabkan oleh buruknya pengelolaan sanitasi.

Budaya pengelolaan sanitasi perlu digalakan oleh warga Balikpapan melalui perawatan tanki septik dengan mengurasnya secara berkala.

Hal ini perlu dilakukan mengingat hanya sebagian besar warga Balikpapan yang memiliki kesadaran untuk menguras tanki septik.

Berdasarkan hasil penelitian dari Enviromental Health Risk Assesment (EHRA) pada tahun 2014 yang menyatakan bahwa sebanyak 88,5% warga Balikpapan telah memiliki tanki septik, namun sebagian besarnya yaitu 67,8% tidak pernah melakukan pengurasan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tanki septic yang dimiliki warga tidak kedap/ bocor, sehingga cairan dari tanki merembes kedalam tanah yang dapat mencemari air tanah.

“Jadi tanki septik harus standar yaitu harus kedap/ tidak bocor sehingga jangka waktu tertentu harus dilakukan pengurasan,” tutur Haidir.

Haidir melanjutkan hasil pengurasan tanki septik yang berupa lumpur tinja tersebut akan ditampung dan dikelola di Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Manggar.

“IPLT kita yang ada di Manggar itu kapasitasnya 15 Meter kubik perhari,” papar Haidir.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Balikpapan menetapkan Kelurahan Gunung Bahagia dan Kelurahan Sepinggan Baru sebagai pilot project program LLTT.

“Target kita di dua Kelurahan ini ada 352 pelanggan,” ucap Haidir.

Sementara itu Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi dalam sambutannya mengaku bahagia karena terdapat Warga Balikpapan yang peduli terhadap sanitasi dengan menjadi pelanggan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal.

“Saya terus terang bahagia betul Bapak/Ibu sekalian mau menjadi pelanggan urusan lumpur tinja, kalau menjadi pelanggan PDAM kan sudah biasa,” ungkap Wali Kota, Sabtu siang (29/04/17).

Wali Kota mengatakan program LLTT ini merupakan bentuk edukasi bagi masyarakat dalam hal pengelolaan sanitasi untuk kesehatan lingkungan.

“Ternyata kita harus mengelola lumpur tinja untuk menjaga kesehatan lingkungan, dengan menguras tanki septik setidaknya 4 tahun sekali,” papar Wali Kota.

Wali Kota melanjutkan permasalahan sanitasi merupakan kewajiban dari pemerintah daerah dalam menyediakan akses sanitasi yang layak bagi masyarakat.

Namun melihat kondisi yang yang terjadi saat ini, Pemerintah Kota bersama dengan pemerintah pusat berusaha mempercepat program ini sehingga akhirnya dapat terlaksana.

“Oleh karena itu saya ucapkan terima kasih kepada Bappenas, KemenPUPR, KemenLHK, serta tim Water Sanitation Program (WSP) yang berkontribusi dalam pelaksanaan program sanitasi di Kota Balikpapan mulai dari pelaksanaan studi, survei, hingga promosi kepada masyarakat,” ungkap Wali Kota. (adv)

Penulis : Alfian Tamzil

Berita Terkait