Advetorial Berita Headline Berita Terkini Politik 

Santri Kaltim Deklarasikan Cak Imin Cawapres 2019

 

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Kendati pemilihan presiden dan wakil presiden baru akan berlangsung setahun lagi, namun kandidat bakal calon sudah mulai digemakan. Seperti yang dialami Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Nama Cak Imin mencuat setelah para Santri di beberapa daerah mulai memberikan dukunngan terhadap Wakil Ketua DPR RI tersebut untuk maju dalam Pilpres 2019 sebagai calon wakil presiden.

Setelah beberapa daerah di Pulau Jawa, Sumatera dan beberapa Provinsi lainnya di wilayah Timur Indonesia mendeklarasikan Cak Imin menjadi Cawapres, kini giliran Santri di Kalimantan Timur.

Dihadiri sedikitnya 300 Kyai dan Santri se Kaltim di Pondok Pesantren Al Izzah Balikpapan, Selasa (3/4/2018), Cak Imin menerima mandat dukungan untuk menjadi wakil presiden RI 2019-2024, yang diserahkan oleh Habib Yahya Al Muhdlori. Mandat itu juga menugaskan Cak Imin agar mendorong penyatuan umat Islam Indonesia agar satu visi dalam menghadapi tantangan ekonomi dan politik.

“Kami Santri Indonesia mendorong dan mendukung Cak Imin mewakili kaum Santri untuk bersedia maju menjadi wakil presiden Republik Indonesia. Saatnya Santri memimpin,” kata Ustadz Muhlis Umar S.Pdi, kepada cahayakaltim.com, usai membacakan deklarasi Cak Imin Cawapres 2019.

Cak Imin menyatakan dorongan dari masyarakat atau para Santri di beberap daerah termasuk di Kaltim agar dia maju pada Pilpres mendatang menjadi motivasi baginya untuk mengabdi pada bangsa dan negara.

Menurutnya ia akan terus memantau perkembangan soal dukungan terhadap dirinya itu. Untuk saat ini, lanjutnya, dirinya belum bisa memastikan untuk maju atau tidaknya sebagai cawapres nanti.

Lebih lanjut Cak Imin mengatakan keputusannya untuk maju atau tidaknya menjadi cawapres itu bergantung pada musyawarah para kiai.

“Karena berpuluh tahun para santri sering silent (diam), hanya fokus dengan aktivitas spiritualnya, maka kita kerap diremehkan. Saat saya menyatakan siap jadi wakil presiden, suara yang menghina merebak. Tapi saya tidak pernah membalas celaan. Dan kader PKB juga tidak boleh balas menghina, balas menyerang. Biar Tuhan saja yang balas. Kita fokus sosialisasikan visi dan ide-ide kita,” ujar Cak Imin. (*)

 

Penulis : Michael M

Editor : Mailangkay M

Berita Terkait