Balikpapan Berita Headline Berita Terkini 

Sarana kurang mendukung, Gedung Parkir jadi mubazir

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Setelah resmi Pemerintah Kota Balikpapan membuka gedung parkir yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Klandasan beberapa waktu lalu. Namun sangat disayangkan sampai kini gedung parkir tersebut masih juga tidak dimanfaatkan warga kota.

Gedung Parkir yang sejatinya digunakan sebagai tempat parkir bagi pengendara roda empat khusus di kawasan tertib lalu lintas di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman itu terkesan diabaikan pengendara roda empat.

Ini dibuktikan hampir tidak ada satu mobil pun yang parkir di gedung tersebut setiap harinya.

Menyikapi kondisi ini, tokoh masyarakat Balikpapan yang juga Ketua Umum Gerakan Masyarakat Madani (Gemma) Balikpapan, Ir Sudjatmiko angkat bicara. Menurutnya, sepinya penggunaan lahan parkir di gedung tersebut dikarenakan minimnya sarana pendukung.

“Sarana pendukung itu salah satunya trotoarnya. Sebab trotoar yang ada di kawasan itu terlalu sempit. Hingga mereka yang mau markir kendaraannya di gedung itu jadi mengurungkan niatnya,” ujar Sudjatmiko kepada cahayakaltim.com saat dijumpai di kediamannya, Jumat (16/06/2017).

Lebih lanjut Sudjatmiko juga mengatakan, kenyamanan pengguna parkir di gedung parkir itu menjadi yang terpenting, jika ingin gedung parkir tersebut dapat dimanfaatkan penggendara roda empat.

“Ini gmana warga mau parkir di gedung tersebut, sedang sarana pendukung seperti trotoarnya saja seperti itu. Kecil dan tidak ada pohon. Sehingga warga malas untuk memarkirkan mobilnya di situ,” ujar Sudjatmiko lagi.

Menurut Sudjatmiko, jika trotoar yang ada di sekitar kawasan gedung parkir itu lebar dan ditumbuhi pepohonan rimbun, maka dirinya yakin banyak warga yang mau memanfaatkan gedung parkir tersebut.

“Coba trotoar di kawasan itu lebar. Dan banyak pohon yang rimbun. Otomatis warga pasti mau parkir di sana,” imbuhnya.

Ia juga memberikan ilustrasi, bahwa di beberapa negara pemanfaatan gedung parkir benar benar maksimal dan warganya dengan senang hati memarkirkan kendaraanya.

“Seperti Singapur misalnya, di sana gedung parkir dengan jarak yang dituju seperti pertokoan dan pasar panjangnya lima kilometer. Nah, dari gedung parkir menuju pusat pertokoan atau tempat umum lainnya itu kan melalui trotoar. Trotoar di sana lebar lebar dan banyak pohon rindang di sana. Ini kan otomatis warga sangat menikmati trotoar itu. Walau mereka berjalan kaki dengan jarak yang panjang, warga sana benar benar memanfaatkan gedung parkirnya,” paparnya.

Ia juga berharap kepada Pemerintah Kota Balikpapan, agar sesegera mungkin mengambil langkah agar gedung parkir tersebut dapat digunakan sesuai dengan perencanaan.

Mengingat biaya pembangunan gedung tersebut menelan biaya sebesar Rp 98 Miliard.

“Sayang jika tidak digunakan. Jadi mubazir. Apalagi biaya pembangunannya terbilang sangat mahal,” pungkas Sudjatmiko.

 

Penulis : Alfian Tamzil

Berita Terkait