Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Satlantas Polres Balikpapan Bongkar Sindikat Pembuat SIM Palsu

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Balikpapan, berhasil membongkar sindikat pembuat Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang.

Penangkapan sindikat SIM palsu tersebut terungkap setelah petugas Lalu Lintas memeriksa pengendara mobil pick up berinisial NS yang melanggar rambu lalu lintas di kawasan Balikpapan Permai, Sabtu (29/12/2018) lalu.

“Penangkapan ini bermula ketika salah satu pengendara mobil pick up melanggar lalu lintas. Saat di periksa, pengendara tersebut menunjukkan SIM B II yang setelah diteliti SIM tersebut palsu,” kata Kapolres AKBP Wiwin Firta, kepada cahayakaltim.com, Selasa (8/1/2019).

Kasus SIM palsu oleh anggota Satlantas Polres Balikpapan berhasil dikembangkan, Pelaku pembuat SIM palsu berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Balikpapan.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi menemukan pelaku lain yang bertugas sebagai sebagai calo atau perantara berinisial BWS.

“Kita lakukan pengembangan. Dan kami amankan dua orang. Berinisial MBN sebagai perantara. Kemudian BWS sebagai pembuat SIM,” jelas Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta.

Keduanya sama-sama diamankan di rumah BWS, daerah Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Pembuatan SIM tersebut dilakukan di rumah BWS, dengan peralatan lengkap. “Berdasarkan keterangan pelaku bahwa kegiatan ini dilakukannya selama dua tahun,” kata Wiwin.

Dari pembuatan SIM palsu tersebut, upah yang didapat sebesar Rp400 ribu. “Membuat SIM BII biayanya Rp400 ribu. MBN sebagai perantara mendapat upah Rp300 ribu. Sementara pembuat SIM BWS mendapat Rp100 ribu. Pelaku ini domisili di Paser. Yang memanfaatkan jasanya itu dari daerah sekitar, seperti Balikpapan dan Banjarmasin,” jelasnya.

Dalam kasus ini, perbedaan SIM asli dengan SIM palsu buatan BWS tersebut sebenarnya sangat mencolok. Mulai dari ciri-cirinya hingga pejabat Kapolres yang menandatangani.

“SIM palsu yang ditemukan itu tertulis SIM yang dicetak di Balikpapan. Jenis hurufnya berbeda, latar belakang tidak ada hologramnya. Fotonya tidak menyatu dengan background. Kemudian kalau SIM dicetak tahun 2017, harusnya yang tanda tangan Kapolres AKBP Jeffri,” terang Wiwin.

Kini Ketiga tersangka dijerat pasal pemalsuan, pasal 263 KUHP. Dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (*)

Penulis : Echi

Editor : Michael M

Berita Terkait