Balikpapan Berita Headline Berita Terkini 

Satpol PP siapkan diri razia petasan

aaa petqasan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.COM–Kembang api dan petasan seolah sudah menjadi tradisi di setiap bulan puasa. Di mana banyaknya pedagang yang menjual kembang api dan petasan yang tersebar di berbagai wilayah yang ada di Balikpapan.

Namun demikian, penjualan petasan itu dilarang dan yang memainkannyapun turut pula dilarang, karna dapat mengganggu warga. Hal ini seperti dikatakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Balikpapan Freddy Pasaribu, saat ditemui cahayakaltim.com di ruang kerjanya, Kamis (09/06/2016).
Menurut Freddy Pasaribu, ada perlakukan berbeda antara penjualan kembang api dan petasan. Kalau kembang api sejauh ini tidak mengganggu warga. Namun jika petasan, sudah pasti dapat mengganggu orang lain. “Kalau ranah kami adalah kepada penjualan petasan, bukan kembang api,” ujarnya.
Lebih lanjut ia juga menghimbau kepada seluruh pedagang kembang api, agar tidak menjual petasan atau mercun. “Kami tak segan segan menyita dagangannya, apabila terbukti menjual petasan,”imbuhnya.
Perdagangan petasan selama Ramadan ini, memang selalu bermunculan, bersamaan dengan penjualan kembang api selama bulan Ramadan. Namun demikian, kendati sudah menjadi ¬†tradisi selama bulan puasa, hendaknya warga tidak menyalakan petasan. “Petasan itu kan sudah menjadi bagian pelanggaran ketertiban umum. Mengganggu warga,” pungkasnya. (alfian tamzil).

Berita Terkait