Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Sekelompok Warga Datangi Kantor Distributor Mitsubishi Motor Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Kantor PT Mandau Belian Sejati (MBS) yang merupakan perusahan distributor resmi Mitsubishi Motor di Balikpapan, di datangi sekelompok warga dan menutup separuh akses jalannmasuk di perusahan tersebut dengan peralatan adat, Kamis (8/11/2018).

Kedatangan sekelompok warga yang mengatasnamakan Organisasi Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak (Koppad) Borneo ini, bertujuan untuk meminta kewajiban PT MBS terhadap CV Sukses Jaya Takam (SJT).

Mewakili CV SJT sekaligus Sekretaris Jenderal Koppad Borneo Pusat, Seven Jon, menerangkan, sebelum aksi ini dilakukan pihaknya sudah berkali-kali melakukan komunikasi dengan pihak PT MBS. Namun upaya mencari jalan terbaik yang dilakukan selama 2 tahun ini, belum juga teralisasi, sehingga kewajiban PT MBS terhadap CV SJT membengkak hingga mencapai angka Rp 2 Miliar.

“Menjadi tujuan kedarangan kami ini, untuk meminta kewajiban PT MBS, terkait salah satu invoice yang belum dilunasi sejak 2 tahun lalu. Nilainya hanya puluhan juga saja. Namun sesuai dengan isi perjanjian antara CV SJT dan PT MBS tentang tunggakan pembayaran yang bila tertunda, perhari dikenai 10 %. Nah tunggakan ini sudah terjadi selama 2 tahun belum juga dibayar,” kata Seven Jon, kepada cahayakaltim.com, Kamis (8/11/2018).

Dia menerangkansebelumnya kami (CV SJT) dan PT MBS pada tahun 2016, melakukan kerjasama dibidang jasa dalam hal surat-surat kendaraan. Kerjasama ini dituangkan dalam penandatanganan surat perjanjian kerjasama. Dan selama 2 tahun berjalan baik.

“Permasalahan di picu setalah munculnya kompetitor. Dimana perusahan ini juga merupakan perusahan yang didirikan oleh petinggi PT MBS. Akan tetapi sebelumnya, kami sudah membangun komunikasi dengan PT MBS untuk membahasnya. Namun beberapa kali pertemuan dilakukan, tak juga ada kepastian. Sehingga permasalahn ini masuk ke ranah hukum perdata,” ungkap Seven.

Sementara itu, dalam perkara perdata di Pengadilan Negeri Balikpapan, gugatan surat perjanjian CV SJT, menang di sidang tersebut. Namun putusan tersebut belum ada realisasi oleh PT MBS.

Dalam upaya negosiasi antara PT MBS dan CV SJT yang dimediasi oleh Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta dan Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Inf M Ilyas beserta beberapa pejabat dari kedua instansi dan juga dihadiri oleh Panglima Koppad Borneo Dr Abriantinus MA tersebut berjalan kondusif. Bahkan usai pertemuan kedua belah pihak menggelar foto bersama.

Hasil sementara dari pertemuan yang berlangsung selama hampir 5 jam tersebut, PT MBS diberi waktu hingga satu minggu kedepan untuk menetapkan keputusan.

Dengan begitu, ratusan anggota Koppad Borneo membubarkan diri dengan tertib sambil menunggu putusan tersebut.

Dijelaskan Seven bahwa, keterlibatan organisasi dalam permasalahan ini, sebelumnya Koppad dan PT MBS membangun kerjasama, dalam dunia bisnis, Koppad mendirikan CV SJT yang dikelolah oleh Reston. Dimana Reston sendiri dalam organisasi, menjabat sebagai Bendahara Koppad Borneo Pusat. (*)

Editor : Michael M

Berita Terkait