Berita Headline Berita Terkini Bumi Etam 

Sekelompok warga datangi kantor PLN Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Puluhan orang yang tergabung dalam organisasi kemasyarakatan lokal melakukan aksi demontrasi di Kantor PLN Area Balikpapan, Klandasan, Rabu pagi (19/07/2017).

Puluhan orang yang tergabung dalam Ormas Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (Gepak) itu menyampaikan aksinya terkait dengan membengkaknya tarif dasar listrik dalam beberapa waktu belakangan ini.

“Kami ingin penjelasan kepada pihak PLN kenapa tarif listrik ini membengkak akhir akhir ini,” ujar Suriansyah selaku ketua Gepak Balikpapan.

Dalam orasinya Suriansyah juga menyampaikan,  dalam situasi ekonomi yang melemah dalam 1 tahun terakhir ini hendaknya pemerintah tidak melakukan kenaikan tarif dasar listrik.

“Kasihan kami masyarakat kecil. Bagaimana bisa membayar listrik, jika untuk biaya hidup saja masyarakat merasa berat,” ujar Suriansyah lagi.

Usai berorasi selama lebih kurang 1 jam lamanya, para perwakilan demonstran ini dipersilahkan untuk bertemu dengan manajemen PLN Area Balikpapan yang langsung dipimpin oleh Manager Area PLN Balikpapan, Natan didampingi sejumlah pejabat PLN yang ada di kantor tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, para perwakilan demonstran langsung menyampaikan maksud serta tujuan ormas daerah ini melakukan aksinya. Mereka juga menyampaikan bahwa, kenaikan tarif daftar listrik ini tanpa ada pemberitahuan atau sosialisasi.

“Kami tidak pernah mendengar langsung dari pemerintah tentang adanya kenaikan tarif dasar listrik ini,” ujar Suriansyah lagi.

Natan selaku Manager Area PLN Balikpapan memberikan penjelasannya. Menurutnya, kenaikan tarif dasar listrik ini telah melewati beberapa rangkaian persetujuan. Mulai dari DPR RI dan kementrian ESDM sera BUMN.

“Ini bukan kenaikan tarif dasar listrik. Tetapi penghapusan subsidi bagi pelanggan,” ujar Natan dihadapan para perwakilan demonstran.

Penghapusan subsidi bagi pelanggan PLN ini berlaku bagi pelanggan dengan kapasitas 900VA dan 450VA. Penghapusan ini dilakukan secara bertahap. Mulai dari Januari – Februari. Maret – April dan Mei – Juni.

“Jadi bulan Juli resmi pelanggan 900VA sudah tidak menikmati subsidi lagi,” lanjut Natan lagi.

Ia juga mengatakan, bahwa penghapusan subsidi listrik ini sebenarnya telah dilakukan beberapa bulan lalu. Di mana pihak PLN telah melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Kota Balikpapan.

“Kami sudah melakukannya dengan Pemkot Balikpapan. Saat itu hadir walikota dan sejumlah camat. Tujuan kami agar rencana penghapusan subsidi waktu itu dapat disampaikan ke RT RT dan dilanjutkan kepada masyarakat,” papar Natan lagi.

Usai melakukan pertemuan dan mendengar penjelasan dari manajemen PLN Area Balikpapan, para demonstran langsung undur diri dan saling bersalaman. Namun Suriansyah mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan demontrasi di DPRD Kota Balikpapan.

“Kami akan melakukan demontrasi lagi di DPRD. Agendanya sama, yaitu meminta agar ada jalan keluar dalam menyikapi penghapusan subsidi listrik. Sebab pasca dihapusnya subsidi listrik ini, masyarakat justru menjerit akibat mahalnya biasa tarif dasar listrik,” pungkas Suriansyah. (*)

 

Penulis : Alfian Tamzil

Editor : Michael M

Berita Terkait