Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Solidaritas Jurnalis Balikpapan Tuntut Kekerasan Pers di Aksi Malam Munajat 212

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Aliansi solidaritas jurnalis di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur mendatangi Markas Kepolisian Resort (Mapolres) di Jl Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Senin (4/3/2019).

Para Jurnalis ini menuntut agar kepolisian menuntaskan kasus kekerasan yang dialami Jurnalis saat meliput malam Munajab 212 di Monas pada 21 Februari 2019. Ketika itu sejumlah Jurnalis menjadi korban kekerasan dan intimidasi.

Menurut Kordinator lapangan (Korlap) aksi, Amir mengungkapkan, jurnalis di setiap daerah harus melakukan hal yang serupa. Ini merupakan bentuk solidaritas sesama profesi dalam menjalan tugas sebagai insan Pers. Tidak menutup kemungkinan kekerasan terhadap jurnalis bisa terjadi di Balikpapan.

“Setiap daerah harus melakukan gerakan yang sama, yaitu mendesak kepolisan untuk melakukan penuntasan secara hukum dalam penanganan kekerasan terhadap kami (Jurnalis),” kata Amir Syafruddin, yang juga seorang Jurnalis di Inibalikpapan.com dan kontributor okezone.com Balikpapan, kepada cahayakaltim.com usai memimpin puluhan wartawan Balikpapan menggelar aksi demo di Polres Balikpapan.

“Aksi ini kita lakukan secara sepontan dan melibatkan banyak Jurnalis di Balikpapan yang merasa prihatin dengan kekerasan yang dihadapi teman-teman kita,” tambah Amir yang juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan.

Menurutnya, sudah saatnya seluruh Jurnalis melakukan aksi yang sama sebagai bentuk solidaritas, mengecam aksi-aksi kekerasan terhadap Jurnalis. Karena kekerasabn terhadap Jurnalis sama saja membungkm kebebesan pers.

Data Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat kasus kekerasan terhadap Jurnalis di tahun 2017 ada 60 kasus. Tahun 2018 meningkat menjadi 64 kasus dan 12 kasus diantaranya kekerasan fisik.

Usai melakukan orasi, para Jurnalis menyerahkan 7 tuntutan kepada Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta. Dimana Menurut Wiwin, Polres Balikpapan berjanji akan menindak tegas jika ada aparat yang melakukan kekerasan terhadap Jurnalis. Termasuk jika dilakukan kelompok masyarakat.

“Polres Balikpapan kita tetap berkomitmen, menindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Kapolresta Balikpapan AKBP Wiwin Fitra.

Termasuk kata dia, jika ada anak buahnya yang melakukan kekerasan terhadap Jurnalis saat melakukan kegiatan jurnalistik maka akan langsung ditindak dan diberikan sanksi tegas.

Terkait apa menjadi aspirasi para Jurnalis Balikpapan, kata Wiwin pihaknya akan melanjutkan akan meneruskan kasus tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Untuk media dan jurnalis yang telah menyampaikan aspirasinya dalam bentuk aksi damai ini, apa yang menjadi harapan dan tuntutannya, akan kami lanjutkan kepada pihak yang berwenang,” kata Wiwin.

Berikut isi 7 tuntutan oleh Solidaritas Jurnalis Balikpapan:

  1. Menuntut dan mendesak aparat kepolisian untuk menyelesaikan kasus kekesaran oleh massa aksi munajat 212 kepada wartawan yang sedang melakukan peliputan di Jakarta.
  2. Menuntut dan mendesak aparat kepolisian untuk menangkap oknum yang melakukan kekerasan kepada jurnalis pada kegiatan munajat 212 tersebut.
  3. Menuntut dan mendesak kepada kepolisan untuk menyelesaikan kasus tersebut sehingga yang terlibat dalam kekerasan dapat diproses hukum dengan harapan tidak terjadi lagi hal serupa.
  4. Mendukung kepolisian untuk menuntaskan kasus yang terjadi pada jurnalis.
  5. Berikan hukuman maksimal sesuai pasal yang berlaku.
  6. Mengajak kepada seluruh awak media dan organisasi jurnalis untuk menjaga keselamatan diri dalam peliputan.
  7. Mendorong pihak lain untuk menghormati kerja jurnalis sebagaimana diatur oleh UU Pers. (*)

Penulis : Resy W S (Echy)/Michael M

Editor : MIchael M

Berita Terkait