Advetorial Berita Terkini 

Tak sekedar beri pemahaman

photoCAHAYAKALTIM.com–Kalau diperhatikan, ternyata alam memberikan pelajaran penting tentang bagaimana hidup yang harmoni. Contoh sederhana pada proses fotosintesis yang memperlihatkan bagaimana tumbuhan memproduksi makanannya, dibantu zat atau unsur alam lainnya.

Setiap bagian tumbuhan, memainkan peran dengan baik. Dalam proses tadi, akar misalnya, bertugas menyerap air dan mineral yang dibutuhkan.

Tak hanya makanan, akar juga membantu penyerapan oksigen pada beberapa jenis tanaman seperti tembakau. Atau, akar juga berguna menyimpan cadangan makanan pada jenis tanaman umbi-umbian.

Zat makanan ini, kemudian disalurkan melalui batang ke seluruh bagian tumbuhan, termasuk daun.

Dari proses seperti ini, Pengembang Kurikulum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Zulfikri Annas, memetik sebuah pelajaran.

Kata dia, akar halus pada tumbuhan bisa membedakan mana makanan yang baik dan mana yang tidak. Seperti konsep makanan halal-haram bagi manusia.

“Kenapa kita sebagai manusia yang dilengkapi dengan akal dan pikiran tidak dapat berbuat layaknya akar halus?” ujar Zulfikri.

Ia mengatakan, itulah hikmah yang harus diingat bahwa manusia sebagai makhluk yang paripurna sejatinya bisa hidup dalam harmoni seandainya memiliki pola hidup yang baik sebagaimana alam telah mengajarkan.

Zulfikri Annas merupakan salah satu pembicara dalam Workshop Pembelajaran Integritas Berbasis Literasi yang diinisiasi oleh Direktorat Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (Dikyanmas KPK). Workshop ini digelar selama tiga hari pada Selasa-Kamis (19-21/4) di Malang, Jawa Timur.

Menurutnya, selain memahami materi, para guru juga diharapkan memahami makna dan filosofis semua mata pelajaran untuk disampaikan kepada para muridnya.

“Sehingga tenaga pendidik dapat memberi pesan nilai-nilai moral antikorupsi. Bukan hanya pelajarannya saja,” ujar Zulfikri.

Sementara itu, Direktur Dikyanmas KPK Sujanarko mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan produk literasi antikorupsi kepada guru, pelajar, dan komunitas pendidikan.

Diharapkan lembaga pendidikan baik formal maupun nonformal dapat memanfaatkan media literasi antikorupsi dalam pembelajaran.

“Saat ini KPK terus berupaya untuk meningkatkan daya dukung terhadap implementasi Pendidikan Antikorupsi. Upaya berkesinambungan yang telah dilakukan KPK di antaranya melalui penyusunan berbagai produk literasi antikorupsi sebagai media pembelajaran,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, workshop ini terbagi dalam tiga sesi dalam tiga hari. Untuk sesi pertama ditujukan bagi 34 pendidik yang terdiri dari 10 lembaga pendidikan jenjang TK dan 9 jenjang SD.

Sesi kedua diperuntukan bagi Pendidik jenjang SMP, SMA dan SMK sederajat yang diikuti oleh 32 orang dari 19 lembaga pendidikan. Sedangkan pada sesi ketiga ditujukan pada 30 siswa dari 19 lembaga pendidikan jenjang SMP, SMA dan SMK sederajat.

sumber : humas kpk

Berita Terkait