Berita Headline Berita Terkini Hukum Lingkungan 

Terungkap Akibat Tumpahan Minyak yang Tewaskan 5 Nelayan di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Setelah Hampir seminggu peristiwa tumpahan minyak di kawasan Teluk Balikpapan, yang diduga menghilangkan nyawa 5 orang nelayan dan seekor Pesut, akhirnya terungkap.

Pihak Pertamina Refinery Unit 5 Balikpapan, mengakui minyak mentah yang mencemari teluk Balikpapan merupakan minyak yang dikelolahnya.

Direktur Kriminal Khusus, Polda Kaltim, Komisaris Besar Polisi Yustan Alpiani, mengatakan, dari penelidikan sementara, tumpahan minyak tersebut, berasal dari pipa pengiriman bawah laut milik Pertamina yang menghubungkan Lawe-lawe, Kabupaten Penajam Paser utara ke Balikpapan.

“Pipa ini milik Pertamina dari Lawe-lawe ke pabrik Balikpapan. Sementara Pipa itu terseret hingga sekitar seratur meter dan putus mengakibatkan minyak keluar,” kata Yustan, dalam konfrensi pers di Polda Kaltim, Rabu (4/4/2018).

Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengambil beberapa sample dan di kirim ke Laboratorium Forensik. “Kami juga meminta kepada pertamina untuk memotong pipa yang putus tersebut untuk di periksa,” tambah mantan Wakapolres Balikpapan tahun 2007 itu.

Dalam Konfrensi Pers yang digelar di ruang Mahakam Polda Kaltim tersebut, Kepolisian menghadirkan General Manager PT Pertamina RU V, Togar MP beserta jajarannya, Kepala Dinas BLK Kota Balikpapan, dan KLHK Kaltim serta LSM.

GM PT Pertamina RU V Togar mengatakan, saat kejadian, pihaknya belum mengetahui persis asal usul tumpahan minyak tersebut. Kendati demikian, sebagai langkah antisipasi, saat mengetahui adanya tumpahan minyak, Pertamina langsung menutup suplai minyak Lawe-lawe ke Balikpapan.

“Sebelumnya kami belum tahu dari mana minyak tersebut. Namun saat mengetahui kejadian tersebbut, kami langsung melakukan langkah pencegahan dengan menutup suplai Lawe-lawe ke Balikpapan dan mengambil sample,” ujar Togar.

“Setelah beberapa hari kemudian, Pertamina melakukan pengecekan jalur pipa tersebut. Dimana kedalaman pipa sekitar 22-26 Meter. Dari pengecekan tersebut, ditemukan adanya pipa yang terputus dan terseret,” jelas Togar.

Pertamina sebelumna sempat membantah bahwa kebakaran di Teluk Balikpapan pada Sabtu (31/3/2018) lalu berasal dari minyak mentah pipa bawah laut. Bahkan sempat dengan tegas telah melakukan pengecetakan di seluruh instalasi Pertamina yang melintasi Teluk Balikpapan tidak ditemukan kebocoran pipa.

Dalam peristiwa ini mengakibatkan satu kapal bermuatan batu bara berbedera Panama. Ever Judger asal China terbakar dan lima orang nelayan tewas serta seekor Pesut.

Sementara itu, Penyelidikan yang dilakukan Dirkrimsus Polda Kaltim masih mengumpulkan bukti dan akan memeriksa beberapa saksi. Dimana terkait pencemaran ini, telah melanggar Undang-undang No 32 Tahun 2009 tentang Lingkuhan Hidup Pasal 99 ayat 1, ayat 2 dan ayat 3 dengan ancaman hukuman 1-9 tahun penjara. (*)

Penulis : Michael M

Editor :Mailangkay M

Berita Terkait