Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Tiga pegawai ditahan. Pertamina : hormati proses hukum, distribusi LPG normal

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Penyelidikan dugaan pungutan liar Operation Regional VI PT Pertamina, polisi menetapkan tiga tersangka tersangka dalam pengaturan kuota LPG.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Polda Kaltim, Kombes Pol Ade Yaya Suryana, mengatakan ketiganya merupakan pegawai Pertamina di unit tersebut, masing-masing berinisial MI (30) dengan barang bukti uang Rp 41.457.000, NM (44) Rp31 juta dan HT (43) dengan barang bukti uang Rp 8 juta.

“Ketiganya dijerat dengan Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP,” kata Ade Yaya.

“Kasus ini masih dikembangkan. Diduga akan ada tersangka lain yang terlibat,” tambah Ade.

Dukung proses hukum

Sementara itu, Area Manager Communication and Relation Pertamina Kalimantan, Alicia Irzanova mengatakan pihaknya akan kooperatif dalam menanggapi adanya temuan Polda Kaltim.

“Kami tetap memghormati hukum. Untuk itu kami mendukung proses hukum yang dilakukan pihak kepolisian, karena Pertamina menjunjung tinggi penerapan good corporate governance dan siap bekerjasama dengan pihak kepolisian,” kata Alicia, kepada cahayakaltim.com, Selasa (14/3/2017).

Terlepas dari pada adanya dugaan keterlibatan pungli yang melibatkan oknum pegawai pertamina ini, Pertamina memastikan bahwa pemenuhan LPG bagi Kalimantan tidak terpengaruh kasus ini.

“Pertamina tetap menyalurkan 300 metrik ton perhari untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujar Alicia.

Penulis : Z Julius
Editor : Michael Mailangkay

Berita Terkait