Balikpapan Berita Headline Hukum 

Walikota : ASN Balikpapan Dilarang Terima Parsel dan Gunakan Mobil Dinas saat Lebaran

 

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com — Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, bahwa ASN tidak boleh menerima hadiah atau pemberian apapun,mengenai jabatan atau pekerjaannya sudah berlaku dari beberapa tahun lalu.

Pelanggaran terkait hal ini pun telah diatur, dan ada sanksi, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Momen Ramadan dan Idul Fitri menjadi saat banyak orang berbagi hadiah, bingkisan, atau parsel.

Terkait hal ini Wali Kita Balikpapan, Rizal Effendi telah menyatakan dengan tegas ASN Balikpapan dilarang menerima, dalam bentuk apapun.

“Termasuk juga pejabat dan pegawai berstatus ASN, dilarang menerima parsel atau bingkisan lebaran. Tidak boleh ada yang terima parsel atau harus disalurkan misalnya ke panti-panti,” ujar Rizal.

Sudah ada surat edaran ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) yang melarang pejabat maupun ASN menerima parsel. Dia mengatakan, jika ada yang mengirim parcel harus dilaporkan ke tim pengendali gratifikasi KPK.

Parsel lenjutnya akan dianjurkan dikembalikan atau disalurkan ke mereka yang membutuhkan seperti panti asuhan. “Biasa kami laporkan, biasanya diminta dikembalikan atau diserahkan ke panti-panti, tapi tetap harus dilaporkan,” ulasnya.

Dia mengungkapkan, ada pejabat maupun ASN yang mendapat kiriman parcel dan dilaporkan. Kalau tidak melaporkan dan ketahuan maka dianggap menerima gratifikasi. “Kalau kita tidak laporkan dan terlacak itu dianggap menerima gratifikasi, tapi sekarang juga orang sudah pada tahu tidak boleh mengirim parsel,” jelasnya.

Selain dilarang menerima parsel, Pemerintah Kota Balikpapan melarang pejabat maupun aparat sipil negara (ASN) menggunakan kendaraan dinas untuk mudik pulang kampung ke luar daerah saat libur lebaran.

Larangan ini berlaku selama lebaran, kecuali silaturahmi ke Gubernur dan Ketua DPRD Kaltim ke Kota Samarinda. Ini karena memang ada agenda untuk silaturahmi bersama ASN maupun pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Balikpapan.

“Memang tidak diperkenankan kecuali ke Samarinda hari itu karena bersamaan hari itu juga kami ada silaturahmi ke Gubernur dan Ketua DPRD. Jadi kalau ada keluarga (di Samarinda) bisa sekalian dia silaturahmi,” ujarnya.

Meski begitu, Rizal tak melarang untuk aktifitas di Kota Balikpapan. Karena memang ada petugas diterjunkan untuk pengamanan posko di sejumlah titik., “Tapi yang secara khusus tidak boleh , kalau dalam kota kan iya. Karena kan banyak kegiatan-kegiatan yang juga di hari lebaran oleh aparat kita,” tutupnya. (*)

Penulis : Resy Widya S (Echi)

Editor : Michael M

Berita Terkait