Berita Headline Berita Terkini Hukum 

Warga tuntut PT GL buang limbah Plasma dan cemari air bersih

BULUNGAN, CAHAYAKALTIM.com–Aksi 104 gabungan tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh warga masyarakat Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kaltara memblokade jalan dan menghentikan seluruh aktifitas bongkar muat buah sawit logpon plodingan PT. Gawi Plantation (10/04/2017) lalu.

Aksi ini sudah berapa kali di rencanakan namun sering selalu berhasil di gagalkan oleh pihak orang kebun yang ada di Desa dengan mengsiasati lewat pertemuan dan menghadirkan para legal atau kadip bahkan humas dengan mengubar janji pasti akan di bicarakan dengan atasannya, berulang kali hal serupa terjadi namun tak pernah tertepati malah justru menambah persoalan dan kesewenangan limbah sawit busuk berserakan hingga di sekitar dam air bersih sungai beluwah dan sungai kubar kecil.

Menurut Yohanes salah satu tokoh masyarakat setempat, mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dan laporan pun sampai kepada Badan Permusyawaratan Desa hingga pada sidang ke II untuk tahun 2017.

Laporan ini menjadi agenda utama dalam sidang nya BPD Long Beluah langsung melakukan sidak lapangan untuk memastikan kebenaran dari laporan dan aspirasi masyarakat.

“Saat sidak, di lokasi di mana tempat pembuangan limbah sawit busuk di sekitar dam air bersih dan apa yang di laporkan masyarakat benar adanya, dari hasil sidak lapangan BPD langsung membuat berita acara hasil pemeriksaan lapangan dan langsung membuat surat laporan untuk di tindaklanjuti oleh Kepala Desa dan Lembaga Adat Desa Long Beluah,” kata Yohanes.

Dari hasil laporan ini tertanggal 30 maret bukan justru merujuk dari laporan namun lebih di kenal dengan sebutan sosialisasi plasma sehingga pertemuan pada saat itu lebih banyak membahas terkait plasma masalah pembuangan limbah lewat begitu saja.

Terkait plasma dari hasil penyampaian teknis menurut Yohanes, tidak jelas karena berujung menambah kekesalan dan kemarahan masyarakat, yang mana dalam perjanjian kerja sama koprasi plasma dari jumlah pembebasan lahan terhitung tiga ratus orang yang mendapat plasma sebagai mana sertefikat hanya empat puluh orang yang di berikan sertefikat penerima plasma, acara sosialisasi pun berakhir tanpa membuahkan hasil atau keputusan justru menggantung kebiasaan mengubar janji kembali lagi terjadi pihak kebun lewat orang lapangan akan kembali lagi tiga hari terhitung mulai pertemuan pada saat itu.

Waktu semangkin molor dari waktu yang di janjikan lewat pertemuan kilat beberapa warga mengangkat beberapa kordinator untuk mengkordiniraksi di antaranya Helis Laing, apui lerang, kule, ngau laing dan Jalung Kule, hingga aksi 104 blokade jalan pun jadi pilihan warga masyarakat yang korban pembodohan dan kebohongan pihak sawit, aksi 104 selain blokade jalan warga juga mengikat kren peloadingan buah sawit hingga aktifitas bonkar muat sempat terhenti selama tiga hari .

Akibat blokade dan penghentian kegiatan bongkar muat terindikasi pihak PT GP telah melakukan penekanan kepada Kepala Desa sehingga 13 April 2017 Kepala Desa Long Beluah, Anye Terang kembali mengumpulkan warga masyarakat yang melakukan aksi 104 untuk berkordnasi dengan mempertaruhkan jabatannya lewat sebuah pernyataan yang di tanda tangani di atas matrai dan turut di ketahui Kapolsek Tanjung Palas Barat dan Camat Tanjung Palas Barat.

Satu item pada surat pernyataan tersebut menjadi juru kunci di pegang oleh warga, bahwa jika dalam kurun satu minggu dari sejak pembukaan blokade jalan dan surat pernyataan ini saya buat pihak direkai PT. GP belum memberi tanggapan dan realisasi atas tuntutan warga masyarakat saya maka saya Anyi Terang Kepala Desa Long Beluah akan memimpin lansung aksi blokade jalan dan menghentikan seluruh kegiatan perkebunan sawit di wilayah desa long beluah ungkap nya.
Setelah mendapat kesepakatan warga masyarakat aksi 104 di ajak kades Anyi dan Kapolsek untuk menyaksikan pembukaan pelang dan tali pengikat blokade jalan.

Penulis : Hairuddin

Editor : M Mailangkay

Berita Terkait