Berita Headline Berita Terkini Kodam Mulawaran 

Website milik Kodam disusupi informasi ilegal

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Dalam beberapa hari ini, website resmi milik Kodam VI Mulawarman sempat menayangkan beberapa informasi yang sifatnya di luar dari koridor dan aturan ada.

Dalam website yang beralamat www.kodam-mulawarman.mil.id itu sempat ditayangkan berupa 3 informasi isinya adalah tentang, intruksi Panglima TNI tentang penayangan film G30-S/PKI. Kemudian pernyataan Panglima TNI tentang terindikasinya pembelian senjata api berdasarkan info yang sifatnya A1 dengan menjual nama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Menanggapi kejadian ini, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Sonhadj dan Waka Polda Kaltim Brigjen Pol Noufal Yahya langsung mengadakan jumpa pers, dengan mengundang sejumlah wartawan. Baik itu wartawan media cetak, media elektronik dan media on line baik yang dari Balikpapan maupun media nasional.

Dihadapan sejumlah wartawan, ia mengatakan bahwa dirinya telah menginstrusikan Asisten Intelejen Kasdam VI Mulawarman untuk menelusuri secara internal di Pendam VI Mulawarman terkait masuknya 3 Berita yang sesumgguhnya informasi tersebut bersumber dari media sosial.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, informasi yang ditayangkan di website milik Kodam VI Mulawarman itu tidak benar. “Yang memasukan informasi tersebut di website kodam itu seharusnya harus ada persetujuan dari komando atas. Terlebih info tersebut di dapat dari media sosial, dengan cara copy paste dari media sosial. Sehingga ini tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Jenderal dua bintang di pundak itu.

Akibat ditayangkannya informasi tersebut di website resmi Kodam VI Mulawarman, sempat menjadi viral di tengah masyarakat dalam dua hari belakangan ini. Dan langsung memerintahkan jajarannya untuk menarik informasi tersebut pada pagi harinya 28 September kemarin.

“Ass Intel untuk memeriksa siapa yang menguplload dan apa motivasinya. Kalau salah, ya kita berikan tindakan tegas,” kata Sonhaji lagi.

Pasca masuknya informasi ilegal tersebut Pangdam mengaku kaget dengan isi pemberitaan di website Kodam VI Mulawarman pada Kamis pagi (28/9/3017) dan ia langsung memerintahkan penghapusan isi berita di website milik Kodam VI tersebut.

” Itu bukan produk website Kodam. Ini diambil dari berita medsos. Dan lagi tanpa ada konfirmasi atau minta izin pimpinan admin untuk memasukkan 3 judul berita tersebut,” jelasnya.

Pangdam juga mengaku kaget dengan isi pemberitaan di website tersebut pada Kamis pagi (28/9/3017) dan telah memerintahkan penghapusan isi berita diwebsite Kodam VI Mulawarman.

” Itu bukan produk website Kodam. Karena diambil dari berita medsos, sekali lagi tanpa ada konfirmasi atau minta izin pimpinan admin untuk memasukkan 3 judul berita itu,” jelasnya.

Sonhadji juga mengatakan, sebenarnya SOP ada bahwa yang masuk di website resmi kami adalah berita dengan sumber yang jelas, valid serta berbagai kegiatan Kodam,” ujarnya Sonhadji lagi.

Atas peristiwa ini jajaran Kodam VI Mulawarman menyampaikan permohonan maaf kepada nitizen atas beredar berita yang ada di website kodam VI Mulawarman itu.

“Saya sengaja melakukan rilis ini karena jadi tanggung jawab saya.Saya minta maaf karena ada anggota saya yang sengaja memasukkan itu tanpa izin atasan dan saat ini kami sudah menghapus tiga berita tersebut,” ucap Sonhadji.

Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Polda Kaltim terkait masalah ini karena di dalam disebut-sebut nama Polri.

“Saya sampaikan ke Kapolda bahwa kami akan klarifikasi ini dengan gelar press rilis. Kapolda  menyampaikan dan minta wakapolda mewakili karena berada di luar kota. Itu langkah yang saya ambil terhadap soal ini,” tandasnya. (*)

 

Penulis : Alfian Tamzil

Editor : Michael M

Berita Terkait