Berita Headline Nasional 

Tim SAR temukan 54 jenazah korban Trigana

Keluarga korban pesawat ATR 42-300 twin-turboprop milik maskapai Trigana Air yang jatuh di pegunungan Bintang Papua, Provinsi Papua.

 

PAPUA, Cahayakaltim.com–Tim SAR telah menemukan 54 jenazah di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-300 twin-turboprop milik maskapai Trigana Air di Pegunungan Bintang Papua, Provinsi Papua.

Namun demikian, tim SAR belum menemukan kotak hitam pesawat tersebut.

“Saat ini ditemukan 54 jenazah dalam kondisi tidak utuh dan sebagian hangus,” kata Kepala Badan SAR Nasional, Bambang Soelistyo kepada wartawan di Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (18/08) pagi.

Kini, menurut Bambang, pihaknya sedang menyiapkan proses evakuasi terhadap semua jenazah yang ditemukan, tetapi belum diputuskan akan dievakuasi kemana.

“Tergantung hasil negosiasi kita dengan keluarga korban, apakah jenazahnya akan dibawa ke Oksibil atau Jayapura. Kita harus dengarkan dulu keinginan keluarga korban,” ungkap Bambang.

Selain itu, “Kita siapkan pula opsi untuk mengundang tim DVI Mabes Polri ke lokasi kejadian,” ungkapnya.

Tiga alternatif

Ditanya tentang cara mengevakuasi jenazah korban dari lokasi jatuhnya pesawat, Bambang mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tiga alternatif.

“Ada tiga alternatif. Pertama, kita akan menggunakan jaring (net); kedua, melalui jalan darat; atau ketiga, membangun helipad,” jelas Bambang.

Tim SAR kemungkinan besar akan menggunakan jaring untuk mengevakuasi korban.

Menurutnya, cara yang paling masuk akal adalah menggunakan jaring. “Kalau membangun helipad, rasanya susah, karena ini hutan lebat dan lokasinya miring,” jelasnya.

Sebelumnya, pada Senin (17/08), Badan SAR Nasional telah memastikanlokasi temuan serpihan pesawat milik Trigana Airyang jatuh dalam penerbangan dari Jayapura menuju Oksibil di di Pegunungan Bintang Papua.

Lokasi tersebut berada pada ketinggian 8.500 kaki (2.590 meter) dan berjarak sekitar 7 mil laut dari Bandara Oksibil.

Kepastian lokasi didapat setelah pesawat yang dikerahkan dalam upaya pencarian mampu mengabadikan foto serpihan pesawat dan kepulan asap di tengah hutan. (bbc)

Berita Terkait