Berita Terkini Kesehatan 

7 mitos salah tentang gula

Ini 7 Mitos Salah Tentang Gula
Gula kerap dijadikan kambing hitam pada beberapa penyakit.

 

CAHAYAKALTIM.com – Ada banyak informasi yang salah beredar tentang konsumsi gula dan bagaimana pengaruhnya pada kesehatan. Tetapi, pada kenyataannya, masalah kesehatan yang disebabkan dengan gula ini berkembang karena adanya gaya hidup yang tidak sehat.

Seperti dikutip dari Lifehack, Minggu, 30 Agustus 2015, berikut adalah beberapa mitos umum yang penting untuk dihilangkan dan diluruskan kembali tentang gula.

1. Gula penyebab hiperaktif

Mitos telah dibantah dalam komunitas ilmiah yang melakukan penelitian secara luas. Dalam satu penelitian di mana orang tua diberitahu untuk merekam perilaku anak mereka setelah diberi gula oleh peneliti. Perilaku anak-anak digambarkan sebagai ‘bermasalah atau hiperaktif’.

Pada kenyataannya, anak-anak tidak terpengaruh gula. Mitos ini tampaknya berlaku karena gula sering dikonsumsi dalam kegiatan sosial (pesta, acara, konferensi) di mana ada banyak rangsangan terkait non-makanan lainnya (visual dan auditori) dan ini dapat mempengaruhi suasana hati seseorang.

2. Gula penyebab utama berkembangnya diabetes

Diabetes bukan disebabkan oleh gula. Tetapi hasil dari gaya hidup yang tidak aktif, pola makan yang buruk dan faktor genetika. Asupan kalori yang tidak sehat dari sumber makanan memiliki kontribusi munculnya penyakit ini, tapi makan gula saja tidak akan membuat menderita diabetes.

3. Gula mentah punya lebih banyak nutrisi dari gula putih

Mungkin kita pernah mendengar perkataan ‘semakin putih warna gula, semakin cepat kita mati’. Aturan ini sayangnya tidak berlaku untuk gula. Gula mentah dibuat ketika jus tebu direbus mendidih sekali, hal ini menyebabkan beberapa cairan seperti sirup (molase) masih tertinggal dan memberikan warna karamel khas gula.

Berbeda dengan gula mentah, gula putih direbus beberapa kali, sebuah proses yang menghilangkan cairan molase pada tebu yang menghasilkan warna putih. Beberapa pendukung gula mentah mengklaim bahwa molase yang tersisa di dalam gula mentah mengandung nutrisi yang dapat digunakan oleh tubuh. Tapi kebanyakan para ahli mengatakan bahwa nutrisi yang tertinggal hanya sedikit – sangat kecil untuk memiliki dampak pada kesehatan kita.

4. Gula alami lebih baik bagi kesehatan

Akhir-akhir ini banyak bermunculan ‘gula alternatif’ di supermarket. Gula kelapa, sirup agave, gula kurma diiklankan sebagai versi sehat dari gula halus. Klaim ini adalah palsu, karena gula akan selalu dimetabolisme oleh tubuh dengan cara yang sama. Gula alami memiliki beberapa mineral yang ditambahkan, tapi jumlahnya minim.

5. Sugar-free adalah diet tersehat

Jika produk yang dipajang benar-benar bebas gula maka itu benar adalah diet tersehat. Tetapi semua produk yang mengklaim sugar-free pada dasarnya mengganti gula alami dengan pemanis buatan. Ini justru lebih berbahaya pada kesehatan. Bahkan pemanis alami seperti Stevia dapat menyebabkan masalah, maka akan lebih baik untuk mengkonsumsi gula alami dalam jumlah yang cukup daripada pemanis buatan.

6. Buah buruk karena banyak mengandung gula

Buah mengandung gula alami tingkat tinggi bernama fruktosa. Tidak seperti yang terdapat pada beberapa cookie atau sepotong kue, buah memiliki nutrisi penting lainnya seperti serat pelarut yang membantu meminimalkan kolesterol dan memiliki sifat anti-inflamasi, vitamin dan antioksidan yang membantu mencegah penyakit. Serat pelarut dalam buah membantu memantau penyerapan gula ke dalam aliran darah dan membantu menjaga Anda kenyang lebih lama.

7. Gula tambahan buruk untuk kesehatan

Hanya karena sebuah makanan mengaku tidak diberi gula tambahan dalam bahannya bukan berarti sama sekali tidak ada gula. Gula bisa hadir dalam banyak bentuk yang berbeda dan penting untuk mengetahui mereka dalam bahan makanan yang kita makan.

Gula bisa menyamar menggunakan nama-nama seperti sirup dekstrosa, sirup jagung, sirup malt, fruktosa, dan konsentrat jus buah. Aturan praktis yang baik adalah bahwa segala bahan dengan akhiran ‘-ose’ diterjemahkan sebagai gula. (dream)

Berita Terkait