September 21, 2020

cahayakaltim.com

Jernih Inspiratif

Akibat LGBT, 3 Warga Balikpapan Positif HIV

Iluatrasi.

Iluatrasi.

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Akibat terlibat pergaulan LGBT (Lesbian, Guys, Biseksual dan Transgender) tercatat ada 3 warga Balikpapan yang positif mengidap penyakit HIV.

Hal ini seperti dikatakan Mayor CKM dr Ragu Raman SpKJ. Menurutnya, ada 3 warga Balikpapan yang dinyatakan positif HIV. Dan ironisnya, 1 pasien diantaranya masih berusia 20 tahun.

Pasien yang masih muda ini diakibatkan karena telah melakukan hubungan sesama jenis. “Kalau saat ini dia berusia dua puluh tahun. Bisa saja dia berhubungan sesama jenis sejak masih sekolah. Bisa di saat masih duduk di bangku SMP atau paling tidak sejak SMA,” ujar Ragu Raman saat ditemui media ini di ruang kerjanya RST Dr Hardjanto Balikpapan, Jumat (19/01/2018).

Begitu pula dengan 2 pasien lainnya, juga masih dalam kategori usia produktif. “Yang dua pasien itu berusia antara 40 hingga 50 tahun,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, jumlah pengidap HIV akibat LGBT itu bisa saja lebih dari itu. Sebab sejauh ini baru ada 3 pasien yang ditangani. “Bisa saja ada pasien yang ditangani oleh dokter spesilalis yang lain. Kan di Balikpapan ada beberapa dokter spesialis kejiwaan,” imbuhnya.

Jumlah ini adalah jumlah berdasarkan pasien yang berobat kepada Dokter Ragu. Bisa saja jumlah pengidapnya lebih besar lagi dikarenakan pengidap HIV ini tidak mau berobat ke dokter atau belum diketahui sebelum melalui proses pemeriksaan laboratorium.

Jumlah pengidap HIV akibat LGBT inipun diprediksi bisa saja mengalami peningkatan. Dikarenakan para pelakunya bisa saja berhubungan sesama jenis lebih dari satu orang. Yang secara otomatis akan menular dengan virus yang sangat mematikan itu.

“Ini ibarat bola salju, yang awalnya berjumlah sedikit lama kelamaan jumlahnya meningkat,” ujar alumni Fakultas Kedokteran Spesialis Kejiwaan Universitas Padjajaran Bandung ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan hasil penelitian, para pelaku LGBT ini rupanya sebuah penyakit bawaan secara lahiriah.

“Penelitian itu sempat melakukan perbandingan sejumlah anak. Dan di situ ditemukan ada kejanggalan satu anak dengan anak lain yang seusianya yang memiliki perbedaan khusus,” ujar Ragu Raman lagi.

Para pengidap HIV ini menurut Ragu Raman lagi, masih bisa bertahan hidup. Jika si pasien menjalani pola hidup sehat dan tidak melakukan lagi kebiasaan melakukan hubungan dengan sesama jenis.

Serta tergantung pula dengan sistem kekebalan tubuh yang bersangkutan. Namun yang jelas, secara medis para pengidap HIV tidak bisa sembuh secara total. (*)

Penulis : Alfian Tamzil

Editor : Michael M

Posts Grid

%d blogger menyukai ini: