Berita Headline Nasional 

Angin pun tak ada, kabut asap tambah betah, sekolah dan bandara tutup

Kabut asap yang masih tebal di Palangka Raya.
Kabut asap yang masih tebal di Palangka Raya.

CAHAYAKALTIM.COM–Asap tebal kian pekat menyelimuti Kota Palangka Raya dan Muara Teweh di Kalimantan Tengah termasuk beberapa daerah di Kalimantan Timur, Kamis (17/9/2015) ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Balikpapan, Kalimantan Timur, mengungkap asap di dua kota ini nyaris tidak bergerak atau beranjak pergi.

Hembusan angin sejatinya menjadi harapan asap tidak mengepung terus-menerus dua kota utama di Kalteng ini maupun di Kaltim.

BMKG memantau, pada pukul 12.00 kecepatan angin di Palangka Raya hanya 4 knot setara 7,4 kilometer per jam.

Muara Teweh justru lebih parah karena nyaris angin tidak terasa hembusannya.

“Angin di Muara Teweh terpantau tenang, siang tadiTenang itu sama dengan sepoi-sepoi, seperti tidak berhembus sama sekali,” kata Kasi Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Abdul Haris Zulkarnaen, Kamis (17/9/2015).

Akibat angin yang tidak kencang itu, asap tidak beranjak. Dua kota ini pun benar-benar diliputi asap yang hanya berputar di tempat. 

Cuaca terasa gerah panas di sini. Seperti tidak berangin. Pohon tidak ada yang bergerak (tidak ada angina).Jarak pandang bisa sampai setengah kilometer saja di sini,” kata Michael Mailangkay, seorang warga Balikpapan yang melakukan perjalanan ke Palangka Raya.

Di Palangka Raya sendiri, selain bandara di tutup, juga sekolah diliburkan. Hal ini karena asap tebal masih menyelimuti ibu kota Kalteng. (kompas.com/ dj zebua)

Berita Terkait