Berita Terkini Nasional 

Anhar Gonggong :Pilih pemimpin yang berkarakter jujur dan berpendidikan

Seminar Budaya Brigade Manguni Indonesia 2015

MANADO, cahayakaltim.com–Pakar Kebudayaan dan sejarahwan Anhar Gongong mengatakan, dalam situasi Indonesia yang sedang dalam melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak, masyarakat harus memilih calon pemimpin yang jujur dan berpendidikan.

Seminar budaya BMIKarena menurutnya, kedua hal tersebut sangat berkaitan untuk menjadi kepala daerah. “Seorang pemimpin harus memiliki karakter yang baik. Ada dua hal menurut saya yakni jujur dan berpendidikan. Karena bila hanya memiliki pendidikan namun tidak diikuti dengan kejujuran, maka akan ada indikasi untuk korupsi,” kata Anhar Gonggong saat menjadi pembicara di seminar kebudayaan Brigade Manguni Indonesia (BMI) di hotel Quality Manado, Sulawesi Utara, Rabu (30/9/2015).

Sebaliknya, bila hanya mengandalkan kejujuran tanpa dibekali dengan pendidikan, kata Anhar Gonggong, akan rapuh mudah terpengaruh.

Menyikapi adanya calon pemimpin yang pernah terjerat dengan kasus korupsi, Anhar mengatakan calon pemimpin haruslah memiliki karakter yang baik. “Saya pikir, masyarakat sekarang memang sudah pandai. Namun tidak menutup kemungkinan masyarakat yang sekarang ini mulai memilih pemimpin berdasarkan ‘monay piro’. Semua warga negara memiliki hak masing-masing. Tinggal dari masyarakat itu sendiri yang menilainya,” ujarnya.

Sementara itu, seminar kebudayaan BMI ini dihadiri Tonaas BMI Borneo, Farry Allan Malonda AP, Tonaas Wangko Sulut dan sekitar 150 peserta dari utusan Dewan Pimpinan daerah BMI di beberapa daerah di Indonesia. Dengan menghadirkan beberapa tokoh dan pejabat sebagai pembicara, diantaranya, Dirjen kebudayaan Kementrian Prof Dr K Marijan, sejarawan Anhar Gonggong, dirut BI Sulut, Ignatius Nugroho yang ditutup oleh Kedis Parbud Kota Manado, Hendrik Waroka.

Ketua Panitia Seminar budaya BMI yang juga Tonaas BMI Kota Balikpapan, Nicolas U, mengatakan, kegiatan seminar ini dilakukan untuk mencari benan merah antara perkembangan organisasi yang berbasis kebudayaan dan juga hal positif yang menjadi panutan strategis BMI dalam menjaga dan melestarikan budaya, pendidikan dan pembangunan moral bangsa. (michael)

Berita Terkait