Berita Headline Bumi Etam 

BMKG catat 235 titik api di Kaltim

 

kabut asap kaltim

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com — Beberapa hari terakhir ini, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, jarak pandang menurun drastis hingga hanya 500 meter. Dengan begitu, sangat rawan untuk penerbangan.

Kabut asap di Balikpapan dan sekitarnya ini merupakan kiriman dari hampir semua kota di Kaltim, ditambah pula dari Kalteng sebagai pusat produksi asap.

“Kondisi sebelumnya 1.000 meter saat ada asap. Sekarang 900 meter. Jarak ini warning untuk kegiatan penerbangan,” kata Kasi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Balikpapan, Abdul Haris Z, Senin (19/10/2015).

Balikpapan sisa kota di Kaltim yang tidak mengandalkan perkebunan dan pertambangan sebagai investasi utama daerah. Karenanya, kabut asap diyakini datang dari daerah lain, seperti Penajam Pasir Utara, Paser (Grogot), Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur.

“Asap (Kalteng dan Kalsel, juga PPU dan Grogot) datang dari Selatan. Malam hari, asap datang dari Kukar dan Kubar yang dibawa angin darat,” katanya.

BMKG mencatat Berau memiliki tiga hotspot potensial asap di tiga kecamatan, Kubar lima titik di Kecamatan Bongan, Kukar di empat kecamatan (7 titik), Kutim di dua kecamatan (6), Paser 43 titik di lima kecamatan, PPU di dua kecamatan (46), dan satu titik di salah satu kecamatan di Bontang.

“Balikpapan juga menyumbang asap dari tiga kebakaran lahan di Kecamatan Barat kemarin,” kata Haris.

Haris mengungkapkan, asap diperkirakan bertahan hingga November 2015 bila tidak juga terjadi hujan. Salah satu dampaknya adalah jarak pandang yang beragam, seperti di Tanjung Selor sempat 100 meter di Senin ini, Berau 500 meter, dan Samarinda 1,5 Km.

“Bahkan Berau dan Tarakan sempat sempat menutup bandaranya, Minggu (18/10/2015),” kata dia.

Berdasar pantauan satelit Terra&Aqua, sebaran titik panas di Kalimantan pada 18 Oktober 2015 lalu, terdapat 235 titik dengan 157 titik diyakini sebagai penyumbang terbesar asap bagi seluruh Kalimantan.

Produksi asap terbesar  tetap dari Kalimantan Tengah hingga menyebabkan jarak pandang tidak juga berubah di sana, yakni rata-rata 100-400 meter setiap harinya. (dj zebua)

Berita Terkait