Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Bulan April, Balikpapan Alami Inflasi Hingga 0,25 %

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com—Selama bulan April, Kota Balikpapan tercatat mengalami inflasi sebesar 0,25% (mtm), lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar -0,28% (mtm). Inflasi April 2019 juga tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata inflasi di bulan April selama 3 tahun terakhir yang sebesar -0,06% (mtm).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Bimo Epyanto mengatakan, secara tahunan, inflasi IHK Kota Balikpapan mencatatkan angka sebesar 2,93% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,83% (yoy) dan Provinsi Kalimantan Timur sebesar 2,84% (yoy).

“Inflasi pada bulan April 2019 lebih banyak didorong oleh kenaikan harga kelompok transport yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu 0,18% (mtm) dampak kenaikan tarif angkutan udara yang memberi tekanan sebesar 4,61% (andil 0,18%),” ujar Bimo, Kamis (2/5/2019).

Di saat yang sama kelompok bahan makanan juga mengalami inflasi dengan sumbangan sebesar 0,16% (mtm) dampak dari gangguan cuaca yang mempengaruhi produksi dan distribusi komoditas sayuran dari daerah pemasok seperti bawang merah, tomat, kangkung dan lainnya. Sementara itu, beberapa komoditas dalam kelompok makanan jadi seperti makanan ringan, teh dan susu juga mengalami kenaikan dampak peningkatan permintaan mendekati bulan Ramadhan.

“Ke depan, terdapat beberapa faktor yang diperkirakan masih akan memberi tekanan inflasi, diantaranya: i) Peningkatan permintaan bahan makanan selama dan menjelang Ramadhan, ii) Terhambatnya pasokan bahan makanan dampak masih tingginya curah hujan di daerah pemasok, iii) Penyesuaian harga barang konsumsi dampak kenaikan tarif kargo/barang angkutan udara,” ujar Bimo.

Sebagai upaya pengendalian inflasi daerah dan memitigasi tekanan risiko inflasi, Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) Kota Balikpapan telah mengambil beberapa upaya pengendalian harga terutama menghadapi kenaikan harga menjelang Ramadhan, seperti melakukan pemantauan komoditas secara berkala melalui sistem Pusat Informasi Harga Pangan Strategis dan sidak pasar, serta berkoordinasi dengan distributor untuk menjamin kelancaran distribusi bahan makanan.

Selain itu, dalam upaya pengendalian harga juga penting untuk melakukan Operasi Pasar dan Aktivasi Rumah Pangan Kita melalui Bulog, serta melakukan pengendalian ekspektasi melalui kegiatan UPI (Ulama Peduli Inflasi). (***)

Editor : Michael M

Berita Terkait