Berita Headline Lingkungan 

Habitat Pesut Mahakam kian terancam punah

pesut_10TENGGARONG, cahayakaltim.com–Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur, menyebut habitat populasi Pesut Mahakam, di Sungai Kedang Kepala, Muara Kaman, Kutai Kartanegara, terancam punah seiring alih fungsi habitat bagi berbagai kepentingan.

Dinamisator Jatam Kaltim, Merah Johansyah mengatakan, Sungai Kedang Kepala merupakan habitat terakhir untuk satwa yang dilindungi tersebut.

Namun ada dua perusahaan tambang grup Bayan yang masih beraktivitas di sekitar sungai, merusak ekosistem sungai dan berakibat kepunahan bagi lumba-lumba air tawar atau pesut Mahakam.

“Sungai Kedang Kepala itu tempat terakhir bagi pesut Mahakam. Ponton-ponton tambang batubara melewati sungai tersebut yang sebenarnya tidak boleh dilewati. Padahal, di Sungai Kedang Kepala itu merupakan daerah yang diapit oleh dua kawasan lindung. Yang satunya SK Bupati Kukar tentang konservasi gambut, dan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Cagar Alam Muara Kama Sedulang,” jelasnya.

Tidak hanyaperusahaan tambang, lanjut Merah, proyek pembangunan rel kereta api pun mengancam habitat pesut Mahakam. Kondisi keterancaman satwa tersebut melatarbelakangi Jatam untuk memerangi aktivitas tambang dan rel kereta api yang melewati Sungai Kedang Kepala.

“Dua perusahaan grup Bayan tersebut pernah diberhentikan sementara oleh Gubernur kaltim Awang Faroek, tapi sejak ada isu kenaikan jumlah batubara dari salah satu perusahaan tersebut, maka keduanya diaktivkan kembali. Terlebih lagi, pembangunan proyek rel kereta api yang sebentar lagi akan melalui jalur Sungai Kedang Kepala. Maka, tidak hanya pesut Mahakam yang terancam punah, tapi juga ekosistem di sekitarnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan kepunahan pesut Mahakam, mengindikasikan terjadinya perubahan pada Sungai Kedang Kepala. Padahal Pesut Mahakam, adalah satu-satunya lumba –lumba air tawar yang ada di Kaltim.

Karena itu, Jatam akan segera membuat surat pengaduan ke Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. “Kondisi ini sangat mengancam habitat Pesut Mahakam. Selain itu ada dua kawasan konservasi dan cagar alam yang terancam rusak ekosistemnya. Kami akan segera membuat surat pengaduan pada Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” tegasnya. (raya fatahillah)

Berita Terkait