Berita Headline Bumi Etam 

JATAM : sudah 12 korban tewas di lubang tambang, Gubernur ke Paris

ist
ist

SAMARINDA, CAHAYAKALTIM.com–Koalisi Masyarakat Sipil Kaltim Tegur Gubernur untuk urus dulu tragedi 12 anak tewas di lubang bekas tambang ketimbang jauh-jauh ke Paris, mengurus korban lobang tambang juga bagian dari penyelamatan lingkungan hidup

“Ini sudah ke 3 kalinya dalam 5 bulan sejak Juli hingga November sekarang ini, Gubernur Kaltim Plesiran terus ke luar negeri setelah ke Barcelona lalu ke Rusia dan sekarang ke Paris, Kaltim tak mendapat apa-apa selain membawa investasi tambang batubar yang merupakan strategi merusak hutan, menguras, jual cepat batubara dan Proyek pembangkit listrik tenaga nuklir yg akan membahayakan lingkungan dan keselamatan warga” kata Koordinator JATAM Kaltim, Merah Johansyah.
Pembangunan hijau yang di canangkan Gubernur kaltim menurut dosen fakultas hukum universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, SH, LLM bahkan tak muncul di draf RTRW Kaltim 2015-2035
Buktinya draf RTRW tersebut Alokasi Ruang untuk Tambang bertambah menjadi 8 juta hektar dari data eksisting saat ini sesuai dengan data JATAM Kaltim yaitu 5,9 juta hektar, itu artinya akan ada penambahan 2 juta hektar Alokasi tambang baru di RTRW jika disahkan, dimana perspektif Pembangunan hijaunya ?
Direktur WALHI Kaltim, Fathurroziqin mengatakan. Gubernur akan semakin kehilangan simpatik karena gagal membuktikan keberpihakannya pada lingkungan hidup di dokumen RTRW. “Bayangkan saja proyek pembangkit nuklir jelas membahayakan kok malah dibangun tak sesuai RPJMD pula,” tuturnya
Kehadiran Gubernur Kaltim ke berbagai pertemuan internasional menurut WALHI kaltim belum bisa menjawab angka deforestasi Kaltim (2009-2013) yang mencapai 448.494 Ha. Sementara itu dalam perhitungan potensi kerugian negara mencapai 1,5 T/pertahun. Data tersebut telah disajikan dan disampaikan pada Koordinasi dan Supervisi SDA bersama KPK bulan september lalu.
Carolus Tuah, Direktur Pokja 30 menyatakan prihatin karena potensi keuangan daerah yg kembali akan dipakai oleh rombongan Pemerintah kaltim. “Kemaren saat ke Rusia mereka tak bisa pertanggungjawabkan uang 1,5 miliar sekarang berangkat lagi,
Jika dihitung lagi dengan perhitungan komponen biaya (1) biaya tiket, (2) biaya hotel hingga 6 Desember di Paris, (3) uang saku harian.
Maka sesuai dengan Keputusan Gubernur No 090/K.8/2015 tentang Uang Saku dan Uang Harian utk Pejabat ke Luar Negeri, maka uang rakyat kaltim yang potensial digunakan adalah 728.252.000 dengan asumsi uang saku perhari pejabat daerah golongan B yaitu 6,4 juta perhari ditambah biaya tiket dan hotel bintang 5 ujar Buyung Marajo dari POKJA 30 menambahkan.
Seperti yang diketahui hari ini Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sedang menghadiri Conference of Parties 21 (COP 21) di Paris, Perancis. akan diikuti Gubernur Kaltim hingga 6 Desember. Membahas isu-isu strategis dan aktual di bidang lingkungan. Kaltim mendapuk diri di tiap pertemuan internasional sebagai salah satu inisiator yang memperjuangkan pembangunan hijau.
Gubernur didampingi sejumlah pejabat tinggi di Bumi Etam. Yakni, Plt Sekprov Kaltim Rusmadi, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kaltim Riza Indra Riadi, Ketua Harian Dewan Daerah Perubahan Iklim Daddy Ruchiyat, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Taufik Fauzi.
Kritik muncul karena Gubernur dianggap tak peka tragedi 12 anak tewas di lubang tambang yg baru terjadi beberapa minggu lalu. (***/jtm/michael)

Berita Terkait