Berita Headline Hukum 

Kapolda Kaltim tunggu laporan resmi aksi Polisi koboi di Samboja

Ini mobil korban luka tembak. (michael/cahayakaltim.com)
Ini mobil korban luka tembak. (michael/cahayakaltim.com)

SAMBOJA, CAHAYAKALTIM.com–Seorang pedagang buah warga Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimanyan Timur, terpaksa harus menjalani operasi mendadak setelah sebutir proyektil bersarang di paha kaki kirinya.

Pedagang tersebut diketahui bernama Poniman. Dia sebelumnya baru sampai dari berdagang buah di Kalimantan Selatan bersama rekannya. Namun apes, dia menerima timah panas saat tiba di dekat rumahnya di sekitar KM 48 Jalan trans Balikpapan-Samarinda.

Korban diduga menerima peluru nyasar setelah salah paham dengan pengendara sebuah mobil jenis Toyota Rush berwarna hitam saat melintas di jalan Balikpapan-Samarinda, yang ternyata diduga oknum Polisi berpangkat Aipda yang belakangan diketahui berinisial Er, Jumat (5/2/2016) sekira pukul 17.00 Wita.

“Kami tadinya mau pulang kerumah usai jualan buah di Banjar. Setelah di jalan Balikpapan-Samarinda, kami memang menyalip mobil itu sekali saja. Memang kami buru-buru, karena sudah capek. Tapi setelah kami berhenti di kilometer 45, kami disamperin seorang ibu yang turun dari mobil sambol marah-marah,” kata Hermanuel rekan Poniman.

Keduanya menggunakan mobil Daihatsu pickup warna putih yang digunakan untuk menjual buah naga hingga ke Banjar, Kalsel.

Hermanuel mengatakan, mereka sempat meminta maaf namun permintaan damai itu tak berpengaruh.

“Kami sudah meminta maaf sama ibu itu. Tapi tiba-tiba suaminya turun dan tanpa bersuara langsung menembak,” kata Hermanuel, kepada beberapa wartawan saat ditemui di rumahnya yang tak jauh dari rumah rekannya yang diduga terkena peluru nyasar.

Usai membuang tembakan beberapa kali dan mengenai korban, surat-surat kendaraan serta kunci mobil diminta oleh oknum polisi tersebut dan dibawa ke Polsek Samboja. Sehingga korban yang terluka baru sekira dua jam di bawa ke Rumah Sakit Umum Daerah, Samboja.

Hal tersebut juga dibenarkan istri Poniman, yang membawa suaminya itu ke rumah sakit.

“Masalah ini sebenarnya sudah selesai. Kami dan pihak kepolisian sudah menandatangani kesepakatan damai. Jadi tak perlu di ungkit lagi,” kata Istri korban kepada wartawan saat ditemui dirumahnya, Sabtu (6/2/2016).

Senada juga diungkapkan Marshel, ayah Hermanuel. Awalnya dia mendapat informasi kalau anaknya kelahi di kilometer 45. Sehingga dia langsung bergegas menuju lokasi kejadian.

“Saya pikir kelahi. Apalgi saat saya tiba di lokasi kejadian, saya melihat seorang lelaki berbadan kekar berambut cepak memegang pistol. Itu juga yang membuat keyakinan saya kalau ada perkelahian,” kata Marshel.

Ketika mengetahui akar permasalahannya, kata Marshel dia sempat meminta agar masalah ini diselesaikan, karena oknum polisi tersebut sudah menyita surat-surat kendaraan dan juga kunci kendaraan.

“Kasusnya sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Keluarga korban sudah menandatangani surat perjanjian damai termasuk anak saya. Jadi masalah ini menurut kami sudah selesai,” terang Marshel.

Penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi yang bertugas di Satuan Brimob Polda Kaltim ini langsung mendapat reaksi dari kepolisian setempat. Namun Kapolsek Samboja, AKP Dika Yosep saat dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan. Begitu juga Kabid Humas Polda Kaltim, Kompol Fajar Setiawan yang belum memberika keterangan.

Namun Kapolda Kaltim, Irjen Pol Drs Safaruddin, mengatakan, peristiwa tersebut sudah diketahui, akan tetapi secara resmi belum diterima laporan tertulis tentang adanya penembakan yang diduga melibatkan oknum anggota Polda Kaltim tersebut.
“Informasi kejadian itu sudah saya tahu. Namun saya menunggu laporan resmi dari Propam,” kata Kapolda Safaruddin melalui via telepon yang didengarkan beberapa wartawan, Sabtu (6/2/2016)

“Intinya bila terbukti anggota saya terlibat dalam pelanggaran hukum, akan saya tindak tegas sesuai aturan. Kendati sudah ada proses damai dengan pihak keluarga korban. Mungkin itu akan meringankannya. Tapi proses hukumnya tetap jalan. Namun saya belum mendapat laporan resmi dari Propam,” tegas Safaruddin. (michael)

Berita Terkait