Berita Headline Kesehatan 

Kenali gangguan jiwa sejak dini

 

Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim Dr Meiliana

SAMARINDA, Cahayakaltim.com– Gangguan jiwa perlu dikenali dan ditanggulangi sejak dini melalui manajemen stress yang tepat dan benar. Terutama yang dialami Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya di lingkungan Pemprov Kaltim.

Meski demikian, setiap PNS diharapkan dapat mengelola stress di tempat kerja maupun dalam lingkungan keluarga dengan baik dan kemudian menjadikan itu sebagai suatu tantangan untuk menghasilkan tindakan, sikap dan kinerja yang lebih baik pula.

”Seperti pekerja pada umumnya PNS juga tidak terlepas dari problema stress. Stres di tempat dan lingkungan kerja, ditambah dengan permasalahan keluarga menjadi persoalan serius bagi suatu organisasi kerja di lingkungan pemerintahan. Karena itu, gangguan jiwa tersebut perlu dikenali sejak dini, sehingga permasalahan yang terjadi dikehidupan keluarga maupun di lingkungan kerja tidak terpengaruh dalam peningkatan kinerja dan prestasi pegawai,” kata Asisten Administrasi Umum Setprov Kaltim Dr Meiliana di Samarinda.

Secara psikologis akibat stres bisa menimbulkan ketidakpuasan kerja yang diikuti dengan adanya tekanan pada emosi seperti cemas, mudah tersinggung atau mudah marah, muram, bosan dan sikap kasar.

Stress juga bisa berakibat pada perubahan perilaku pekerja, seperti menurunnya produktivitas, turunnya tingkat kehadiran dan komitmen terhadap integritas.

Gangguan jiwa tersebut dapat menyebabkan kematian, namun ada yang tidak langsung menyebabkan kematian, tapi menimbulkan penderitaan yang mendalam bagi individu dan beban yang berat bagi keluarga, baik beban mental maupun materi, karena penderita menjadi kronis dan tidak lagi produktif.

”Sesuai laporan dari survei didapatkan lebih dari 40 juta orang pekerja di Eropa atau setidaknya 1 dari 3 pekerja mengatakan kalau mereka mengalami stress di tempat kerja. Selain itu, lebih dari seperempat pekerja absen selama 2 minggu dalam setahun karena masalah kesehatan akibat stress. Kerawanan kondisi kejiwaan ini tentunya tidak jauh beda dengan yang terjadi pada kalangan PNS di Kaltim,” jelasnya.(hms)

Berita Terkait