Berita Headline Berita Terkini Sosok 

Kesederhanaan anak Polisi Bintara yang kini jadi Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta YAP SIK

AKBP Wiwin Firta YAP SIK. image by dokumentasi polres balikpapan

CAHAYAKALTIM.com–Ajun Komisaris Besar Polisi Wiwin Firta YAP SiK baru sebulan menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resort Balikpapan. Ini merupakan jabatan kedua kali sebagai Kapolres di jajaran Polda Kaltim. Dia sebelumnya menjabat Kapolres Malinau, Kalimantan Utara.

Sosok Wiwin sendiri tentu belum banyak diketahui. Namun pria kelahiran Mojokerto 26 Juni 1976 ini, sempat membuat heboh di media sosial dimasa akhir jabatannya sebagai Kapolres Malinau lalu.

Diberitakan beberapa media online, Wiwin Firta kedapatan mengangkut penumpang di dalam mobil dinasnya pada tanggal 10 Oktober 2017 lalu. Aksi Kapolres ini langsung mendapat pujian dari netizen. Kendaraan mobil dinas Polisi tersebut saat melintas di jalan melihat seorang Ibu dan anak SD sedang berjalan kaki sejauh 2 kilometer menuju sekolah.diajak naik di mobil dinas orang nomor satu di Polres Malinau.

Kendati demikian, Wiwin Tirta merendah hati dengan mengatakan bahwa yang terjadi adalah bagian dari tugas kepolisian dalam hal melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat.

Kesederhanaan pejabat Kapolres Balikpapan yang menggantikan AKBP Jefri Dian Juniarta ini, Wiwin tergolong baru di Balikpapan dikalangan Forum Komunikasi Pejabat Daerah Kota Balikpapan. Untuk pejabat TNI Polri nomor satu khususnya di teritorial Kota Balikpapan, Wiwin tergolong termuda dibandingkan dengan yang lain, seperti Dandim, Danlanud dan Danlanal. Selain Wiwin, merupakan alumni Akademi Militer yang lulusnya jauh di atasnya.

Perwira murah senyum ini merupakan alumni Akademi Kepolisian tahun 1998. Ia terlahir dari kalangan keluarga polisi biasa. Ayahnya adalah seorang polisi dari Tantama dengan pangkat terakhir Ajun Inspektur Satu atau Aiptu. Wiwin merupakan anak  ke empat dari lima bersaudara.

Uniknya dari seluruh saudaranya, yang kebetulan laki laki semua, juga merupakan anggota Polri. “Saya lima saudara, namun kakak yang pertama meninggal saat masih bayi. Jadi kakak kakak saya dan adik saya juga polisi,” ujar Wiwin kepada cahayakaltim.com, belum lama ini.

Ia menceritakan, kedua kakaknya yang polisi saat ini bertugas di Polres Kediri dan kakak satunya lagi dinas di Polres Kota Malang. Keduanya berpangkat yang sama saat ini, yaitu Aiptu. Begitu pula adiknya saat ini berpangkat Ipda melalui jalur SIP yang kini bertugas  di Palembang.

Keluarga Wiwin Firta sendiri tergolong keluarga yang biasa biasa saja. Ini dibuktikan dengan kakak kakaknya begitu pula adiknya semuanya masuk polisi melalui jalur bintara. Berbeda dengan dirinya, yang satu satunya mengambil jalur Akademi Kepolisian.

Ia mengisahkan, awalnya masuk Akpol itu didasari dengan kepercayaan diri sendiri, serta dukungan dan doa dari keluarganya. “Waktu itukan saya dapat PMDK. Artinya lulus masuk perguruan tinggi tanpa tes. Namun setelah dipikir pikir biayanya besar, maka saya memberanikan diri untuk daftar Akademi Kepolisian,” ujarnya.

Setelah mendaftarkan diri dan mengikuti tes, ternyata secara akademik ia meraih peringkat pertama. Bahkan saat itu dia merupakan satu satunya yang lolos, dan secara akademik meraih nilai tertinggi di Kota Mojokerto.

Setelah lolos di tingkat kabupaten dan kota saat itu, Wiwin menceritakan saat mengikuti tes akhir di Kodam V Brawijaya, kala itu ada ribuan peserta. Di mana saat itu ia memantapkan diri untuk memililih Akademi Kepolisian. “Waktu itu kan kita masih gabung. Ada TNI Angkatan Darat, Laut, Udara dan Polisi. Nah saat itu saya memilih polisi dari empat pilihan yang ada. Dan Alhamdulillah saya lolos lagi,” ujarnya.

Usai mengikuti pendidikan selama 3 tahun, maka pada tahun 1998 adalah tahun di mana ia tak bisa melupakannya. Ia lulus sebagai perwira dari Akademi Kepolisian dengan pangkat Inspektur Dua.

“Yang saya bangga adalah,saat pelantikan di Magelang,  saya bersama kedua orang tua saya, ayah saya mengenakan pakaian dinasnya lengkap dengan pangkatnya Aiptu. Waktu itu saya bersama teman teman saya juga bersama orang tuanya, berkumpul dengan para jenderal jenderal,” kenang Wiwin lagi.

Ia menambahkan, bahwa menjadi seorang Polisi tidak ada dipungut biaya sama sekali. Baik dari jalur Bintara atau dari jalur Akademi Kepolisian. Menurutnya semua sama sekali dipungut biaya. “Saya sendiri sudah membuktikan. Mulai dari awal mendaftar hingga lulus di Akmil tak ada biaya sama sekali,” pungkasnya.

Kini ia resmi mendapat jabatan baru sebagai Kapolres Balikpapan. Di hari hari pertamanya menjabat ia sudah memiliki tagline yang acap kali ia sebar melalui media sosial, yaitu : kita ada untuk semua, bersama kita pasti bisa. Menurutnya, pesan pesan itu acap kali ia terapkan saat mengunjungi beberapa tempat di Balikpapan.

“Jadi bukan hanya di media sosial saja, kami juga sering kali menyapa warga dan menanyakan keadaan di lingkungannya,” ujar Wiwin. (*)

 

Penulis : Alfian Tamzil

Editor : Michael M

Berita Terkait