Berita Headline Berita Terkini Politik 

KPU salah bacakan jawaban saat sidang sengketa Pilkada Balikpapan

 

20150902_114835BALIKPAPAN, cahayakaltim.com – Sidang penyelesaian sengketa Pilkada Balikpapan dengan pemohon pasangan perseorangan Achdian Noor-Abriantinus (AA) sempat tertunda kurang lebih satu jam, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) salah membacakan jawaban permohonan keberatan, di kantor Panwas Balikpapan, Rabu (2/9/2015).

Akibatnya, sidang yang mengagendakan dengar  jawaban dari KPU tersebut dilanjutkan Kamis (3/9/2015) di tempat yang sama.

Menurut Sekretaris tim pemenang pasangan AA, Oktafianus, mengatakan KPU membacakan jawabannya bukan untuk pasangan AA, namun yang dibaca adalah sanggahan dari pasangan lainnya yang mengajukan gugatan yang sama yakni pasangan Abdul Hakim-Wahidah.

Sementara itu, menurut kuasa hukum pasangan AA, Stevanus SH, mengatakan ada beberapa laporan yang memang di bantah oleh KPU namun beberapa diantaranya juga dibenarkan.

“Kendati saat pembacaan oleh KPU sempat salah membaca, selanjutnya puncak pembuktian kami ini dipastikan akan dilanjutkan besok (kamis, 3/9/2015) pukul 9 pagi akan dilanjutkan dengan mendengarkan dan menghadirkan saksi dari kami,” kata Stefanus.

Stefanus menambahkan bahwa, dalam puncak pembuktian, pihaknya akan menghadirkan 482 orang saksi yang akan membuktikan kecurangan yang dilakukan oleh PPS dan KPU.

Sedangkan Abriantinus menegaskan proses hukum ini menuntut ketidak adilan yang didapatkan dirinya dan pasangannya. Untuk itu dia meminta agar Panwas dan KPU agar jangan ada diskriminasi.

“ini perlu penegasan saya bahwa, dalam proses Pilkada di Balikpapan, kami sudah memenuhi syarat. Namun sebagai putra daerah Kalimantan kami sepertinya tidak diberi kesempatan untuk maju. Untuk itu, kami meminta agar Panwas dan KPU jangan ada dirskriminasi. Karena kami Panwas dan KPU tidak akan tenang bila kami tidak diloloskan,” tegas Abriantinus.

Ketua Panwas Balikpapan, Jumiko mengatakan, dalam penanganan sengketa ini pihaknya akan menjalankannya sesuai aturan Badan pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Terkait akan menghadirkan ratusan saksi oleh salahs atu pemohon, tetap akan melakukan identifikasi terlebih dahulu. Dan dalam proses gugatan ini, batas waktu pengumuman hasilnya selama 12 hari atau tanggal 10 September mendatang,” ungkap Jumiko. (michael)

Berita Terkait