Berita Headline Berita Terkini Sport 

Manchester City kelola sepak bola lewat data

MANCHASTER, cahayakaltim.com – Suara vokalis band Oasis, Liam Gallagher, yang menyanyikan lagu Roll With It terdengar menggelegar bersamaan dengan bunyi hujan yang jatuh ke atap bangunan akademi Manchester City. Kebisingan itu membuat suara pelatih Simon Davies nyaris tak terdengar.

Asisten pelatih tim U-21 City itu tengah menjelaskan kepada sejumlah wartawan tentang bagaimana teknologi digital berimbas pada teknik kepelatihannya.

Seperti suara Davies yang berupaya mengalahkan keriuhan di sekitarnya, klub sepakbola itu pun berusaha mengatasi “keramaian” bisnis – dengan mengumpulkan dan mengelola data permainan dan pendukung.

Manchester City yang tergabung bersama New York City FC, Melbourne City, dan Yokohama Marinos dalam The City Football Group (CFG) baru saja menandatangani kesepakatan baru dengan raksasa piranti lunak Jerman, SAP, untuk mengartikan data-data yang mereka miliki.

Mimpi besar

“Pertemuan antara olah raga dan teknologi bisa mengubah lanskap pekerjaan kami di masa depan,” kata Ferran Soriano, direktur eksekutif Manchester City dan CFG.

Menurut CFG, kerja sama dengan SAP ini memungkinkan mereka untuk bekerja secara lebih interaktif di bisnis sepak bola global.

Empat klub berbeda itu nantinya akan “berbicara dengan bahasa bisnis yang sama” menggunakan sistem yang sama, dan bertukar praktik bisnis terbaik seperti di bidang pemasaran, contohnya, sambil juga menjaga empat klub ini terhubung secara efisien.

Di sisi yang lebih visioner, dan, seperti kata Soriano, “emosional”, CFG percaya bahwa kerjasama mereka dengan SAP akan bernilai besar dalam upaya mereka mengubah permainan serta pengelolaan penggemar secara revolusioner.

Semua klub Liga Premier, termasuk juga klub di divisi kelas bawah, punya analis data terhadap beragam fakta, mulai dari jarak yang ditempuh seorang pemain dalam permainan sampai jumlah operan pemain pada masing-masing kaki.

Bahkan, setiap langkah di lapangan kini tak luput dari pengawasan.

Dengan cara yang sama, saat tak ada pertandingan pun, ribuan jam data pelatihan terakumulasi. Begitu pula dengan data cedera, diet, jam tidur, dan rekam medis yang dikumpulkan dan dipelajari.

SAP, yang bekerja sama dengan tim nasional Jerman saat memenangi Piala Dunia 2014, akan membantu City mengolah data untuk menghasilkan masukan dari pelatihan pemain individu dan program latihan, sampai pengembangan taktik untuk menghadapi tim lawan.

Tapi CFG, yang dimiliki oleh Abu Dhabi United Group, percaya bahwa data-data olah raga ini nantinya bisa dipadatkan untuk memunculkan cara-cara terbaru untuk bermain.

‘Permainan yang lebih baik’

CFG berharap data ini bisa memunculkan gaya permainan baru untuk memenangkan pertandingan

“Teknologi memungkinkan kita untuk bermain sepak bola dengan lebih baik,” kata Soriano yang sebelumnya bekerja di tim sepak bola raksasa Spanyol, Barcelona.

City Football Group berharap bahwa SAP bisa menggunakan data tersebut untuk menemukan terobosan dalam bermain bola.

“Kami akan bekerja bersama untuk mencari cara baru memahami permainan ini, dan merancang permainan yang lebih baik untuk membantu kemenangan kami.”

Mimpi untuk menciptakan cara baru bermain itu — versi baru Total Football atau tiki-taka di masa depan — juga disampaikan oleh kolega dan mantan pemain, Brian Marwood.

Marwood memenangkan gelar Liga Primer bersama Arsenal pada 1988/89, dan kini menjadi manajer operasional City Football Services. Dia ikut mengawasi perekrutan, pengembangan, pelatihan, dan manajemen ratusan pemain di Manchester dan berbagai pusat pelatihan global.

“Kami punya kesempatan besar untuk memimpin di sepak bola dan terus mencari tren terbaru yang akan membuat kita unggul dibanding tim lain,” kata Marwood.

“Kami punya tim berisi orang-orang yang mencoba mencari tahu seperti apa sepak bola 10-20 tahun ke depan. Kami ingin mendahului permainan.”

Untuk mencapai tujuan itu, kelompok penelitian dan inovasi untuk empat grup tersebut tengah dibentuk.

Data pemain

Stadion Etihad akan punya tembok digital berisi data statistik pemain dan pertandingan

Tujuan besar lainnya dalam penggunaan data adalah untuk meningkatkan pengalaman para penggemar.

CFG percaya bahwa dengan bantuan SAP, mereka bisa mengubah cara para suporter empat tim ini mengakses dan mengonsumsi data sepak bola.

Tom Glick, presiden New York City FC, mengatakan bahwa CFG tengah melihat bagaimana meningkatkan pengalaman suporter dalam menonton pertandingan, baik secara langsung di stadion atau menonton TV di rumah.

“Tugas untuk mencari cara baru mendapat informasi ini sudah mulai dari sekarang,” katanya. “Kami akan bertanya, apa informasi tambahan atau data tentang permainan dan pemain yang ingin mereka lihat — apa yang penting buat mereka.”

Inovasi pertama adalah pemasangan tembok statistik digital besar di Stadion Etihad musim depan, yang akan menampilkan statistik pemain dan permainan dari pertandingan sebelumnya.

“Saya bisa melihat bagaimana suporter akan tertarik dengan akses ke data pertandingan, terutama anak-anak muda di usia belasan dan dua puluhan yang sadar teknologi,” kata Kevin Parker, sekretaris klab pendukung Man City.

“Kami semua punya opini tentang penampilan para pemain di satu permainan, dan apakah seorang pemain, misalnya Fernandinho, sudah tampil cukup bagus seperti yang dinilai penonton,” katanya.

 

Data akan merekam operan kunci atau gol penting para pemain

“Atau Anda bisa merasa yakin tentang operan kunci yang dilakukan David Silva atau Yaya Toure, apakah benar mereka melakukan itu? Semuanya bisa menambah nilai pertunjukan dan kenikmatan menonton, dan memberi poin-poin percakapan.”

Tapi dia mengingatkan bahwa “beberapa elemen data yang terbuka dalam pertandingan bisa mengganggu pemain” jika data dari permainan tak mengesankan.

Dia juga mengatakan bahwa kebanyakan data bisa jadi bahaya tersendiri, terutama bila kebanyakan menganalisis data akan mengalahkan asyiknya menonton pertandingan secara langsung.

“Semua data harus ditangani dan ditampilkan dengan cara yang tepat,” katanya.

Sementara itu, langkah selanjutnya dalam peningkatan pengumpulan data dari empat klub tersebut baru akan terjadi Oktober ini, saat Melbourne City FC memasangkan monitor pemain saat Liga Australia berlangsung.

“Kami percaya kami tengah melakukan sesuatu sebelumnya belum pernah ada, di seluruh dunia,” kata direktur eksekutif grup Soriano tentang arah teknologi mereka.

“Kami harus mengambil risiko, berinovasi, membuat kesalahan.” (bbc)

Berita Terkait