Berita Headline Bumi Etam 

Merasa terganggu satwa liar diikat warga

ist
ist

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com – Dua kampung di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, terpaksa menangkap dan mengikat hewan terlindungi kedalam kandang darurat hanya karena merasa terganggu.

Muara Bui dan Trans Suwito Kecamatan Muara Samu merupakan kedua kampung di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Selatan.

Niat warga memang untuk menghindari terjadi sesuatu dengan warga, sehingga satwa liar berupa orangutan itu diamankan sambil melaporkan tangkapan itu ke pihak pemerintah setempat dan dilaporkan ke BKSDA Kaltim.

“Penduduk merasa terganggu dengan kemunculan hewan itu. apalagi lokasi kemunculan dengan orangutan tepat di jalur dimana warga setempat menuju ladang pertanian mereka,” kata Polisi Hutan BKSDA Kaltim, Darmanto, Kamis (28/1/2016).

Orangutan itu diperkirakan sudah berumur 11-15 tahun. Itu terlihat dari bentuk fisik orangutan yang memiliki bobot sekira 80 kg dengan pipi diwajahnya yang menggelambir berbintik.

Darmanto mengatakan, kondisi orangutan itu cukup memprihatinkan karena tampak lemas, sehingga langsung dievakuasi ke tempat penampungan sementara di Cagar Alam Teluk Adang di Kabupaten Paser.

“Kondisi sekarang sudah lebih baik. Tadinya lemas sekali dan tak bisa berdiri. Tapi sekarnag dia (orangutan) sudah bisa bergerak  dan makan,” kata Darmanto.

Apa yang terjadi ini, kata Darmanto, disebabkan pergerakan orangutan kian sempit ditengah kawasan hutan produksi dan perkebunan sawit serta kawasan APL, sehingga orangutan tak bisa terhindar sering berjumpa dengan manusia. (d j zebua)

Berita Terkait