Berita Headline Lingkungan 

Orangutan ditemukan kepala luka bacok

Kondisi Chiko saat dirawat intensif di BOSF Samboja. (michael mailangkay/cahayakaltim.com)
Kondisi Chiko saat dirawat intensif di BOSF Samboja. (michael mailangkay/cahayakaltim.com)

SAMBOJA, CAHAYAKALTIM.com–Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundations Samboja kembali menyelamatkan bayi orangutan liar usia 1,5 tahun dalam kondisi yang cukup memprihatinkan.

orangutan yang diberinama Chiko itu, mengalami depresi dan stres karena luka parah di bagian kepala dan tangan. diduga luka yang tampak membelah kulit kepala orangutan itu disebabkan luka benda tajam atau terkena bacok.

Menurut drh Hafiz U Riandita kepada cahayakaltim.com, mengatakan Chiko ditemukan sudah dalam kondisi terluka oleh warga di areal kebun sawit di Kecamatan Sangata, Kutai Timur Kalimantan Timur, dan dibawa ke SPTN 1 Assadiyah Sangata dan kemudian di serahkan ke BOSF, Rabu (17/2/2016).

“Kepalanya terluka parah sehingga harus mendapatkan pengobatan serius. Namun sekarang sudah mulai membaik. Tapi masih trauma bertemu manusia,” kata Hafiz, kepada cahayakaltim.com, disela merawat Chiko.

Konflik antara masyarakat dan orangutan, menurut Hafiz memang kerap terjadi di wilayah perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur kususnya.

“Ini kali ketiga kami menemukan orangutan dengan kondisi terluka. sebelumnya, pada tahun 2012, pernah menemukan orangutan dengan kondisi kedua tangan terputus. namun sekarang orangutan itu sudah pulih dan berada dalam pengawasan kami. Ada juga menemukan orangutan dengan kondisi buta dan rabun serta menemukan 24 butir peluru di dalam tubuh orangutan tersebut, itu juga sekarang sudah baik, namun masih ada 1 butir peluru di kepala yang tidak bisa atau sangat rawan untuk dikeluarkan,” terang Hafiz.

Menurut dia penyebab orangutan muncul di areal kebun sawit karena hutan tempat mereka bernaung mencari makan semakin kecil.

 

Humas Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng, Agung Monterado menambahkan enam primata ini dianggap layak menjalani masa rehabilitasi sebelum nantinya dilepas liarkan ke habitatnya.  Orangutan ini memenuhi sejumlah persyaratan seperti halnya usia, kesehatan fisik hingga sifat alami keliarannya.

“Kami memilih orangutan yang punya kesempatan untuk beradaptasi kembali ke lingkungannya. Kalau orangutan cacat tentu akan kesulitan kembali ke alam liar,” ungkapnya.

Polulasi orangutan Nyaru Menteng Palangkaraya saat ini sebanyak 483 ekor orangutan Kalimantan. Sehingga saat ini, populasi orangutan Nyaru Menteng akan menjadi 489 ekor orangutan hasil sitaan dari Kuwait dan Thailand. (michael/bi sri/nb)

Berita Terkait