Berita Headline Berita Terkini Politik 

Pangaribuan: Lima Calon Tanda Ketatnya Transaksional Politik

83Piatur2BALIKPAPAN, Cahayakaltim.com–Tiga pasangan di Balikpapan di Kalimantan Timur mendaftar calon walikota dan wakil walikota melalui jalur partai politik. Menariknya, satu pasangan mendeklarasi diri sehari sebelum masa pencalonan pada 26-28 Juli 2015. Dua pasangan lain deklarasi diri sekaligus mencalonkan diri di hari terakhir.

Direktur Pasca sarjana Universitas Balikpapan, Dr Piatur Pangaribuan AMd SH MH mengatakan, begitu dekatnya deklarasi, pencalonan, dan deadline masa pencalonan menimbulkan banyak dugaan di masyarakat. Salah satunya, tarik ulur yang sangat kuat dari parpol pada calon karena ada dugaan tawar menawar yang ketat. Apapun bisa menjadi bahan tawar menawar itu.

“Karena terlihat, untuk memperoleh perahu saja susah sekali. Tengok saja, hari-hari menjelang deadline baru diperoleh perahu itu,” kata Piatur, Selasa (28/7/2015).

Penentuan pasangan yang bakal didukung sejatinya melalui proses yang panjang. Menurutnya, hal ini terkait bukan sekedar kapasitas dan prestasicalon. Proses yang panjang itu ternyata justru baru muncul jelang masa pencalonan berakhir. “Karena sebenarnya ada ruang diskusi yang panjang. Bila semua serba mepet seperti ini maka memunculkan kesan apa memang ada transaksional di sana. Logikanya kan tidak perlu buru-buru,” kata Piatur.

Belum lagi, kata Piatur, kini untuk menyetujui calon yang didukung harus memperoleh restu DPP di pusat. Ia menyamakan sebagai sentralistik terselubung. “Tanpa disadari, demokrasi sudah terdistorsi,” kata Piatur.

“Rakyat Indonesia dan organisasi yang peduli dengan pemilu mesti mengkritisi agar harus ada yang direview kembali terkait pemilu kita. Karena yang dirugikan rakyat secara tidak langsung,” kata Piatur.

Pilkada di Balikpapan menurutnya sangat bergairah. Hal ini ditunjukkan oleh mendaftarnya dua pasang dari jalur independen dan tiga pasang dari jalur partai. Lima pasang calon peserta itu menunjukkan keberhasilan demokrasi. “Tapi cara untuk mencapai itu yang bias merusak (demokrasi),” katanya.

Di Balikpapan, dua calon peserta dari jalur independen mendaftar di hari pertama pencalonan, Minggu (26/7/2017). Pasangan itu adalah Achdian Noor-Abriantinus yang merupakan duo pengusaha muda di Balikpapan. Keduanya mengaku di dukung kelompok masyarakat dengan basis masyarakat lokal, pendatang, kaum intelektual, pengusaha muda, hingga agama.

Kemudian, pasangan independen lain Abdul Hakim-Wahidah. Pasangan ini pernah mencoba di pemilu periode sebelumnya juga dengan jalur independen.

Sehari setelah dua peserta jalur independen mendaftar diri, petahana Rizal Effendi-Rahmad Mas’ud (RR) juga turut mendaftar di Senin (27/7/2015). RR deklarasi diri padaSabtu (25/7/2015) dan klaim didukung PDIP, PPP, Demokrat, dan Nasdem.

Di hari terakhir ini saja, dua pasang calon datang nyaris berbarengan. Heru Bambang (wakilwalikota) menggandeng kader Partai Gerindra, Sirajudin Machmud datang lebih dulu di KPUD tak lama deklarasi. Heru-Sirajudin ditemani Ketua DPC Partai Gerindra, Ruslan Aliansyah serta Plt Ketua DPD PKS Balikpapan, Syukri Wahid.

Setengah jam kemudian, Andi Burhanuddin Solong-Abdul Hakim Rauf (ABS-Hakim), dating mendaftar ke KPUD Balikpapan. ABS-Hakim tiba dengan didampingi oleh petinggi dari dua kubu partai Golkar. ABS mengungkap, pasangan ini mendapat kepastian dukungan dari kedua kubu Golkar sejak Senin lalu.

“Independen muncul karena rumitnya berpartai. Kalau bukan birokrasi yang begitu panjang dan kalau sama-sama mudahnya, maka tidak muncul (independen),” kata Piatur. (dani)

Berita Terkait