Berita Terkini Nasional 

Pasukan Reaksi Cepat Pemadam Kebakaran Ala TNI Berintikan Infantri

TNI
TNI

BALIKPAPAN, cahayakaltim.com–Komando Daerah Militer VI Mulawarman membentuk Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) di tiga provinsi yakni, Kalimantan Timur, Utara, dan Selatan, menyusul perintah KASAD pada 7 September 2015 agar TNI aktif terlibat membantu memadamkan kebakaran dan mengatasi asap.

Pasukan dari Batalyon Infantri di tiga provinsi menjadi pasukan utama mengatasi bencana ini. Masing-masing Yonif didukung berbagai unit TNI seperti zeni, Bekang (perbekalan angkutan TNI), evakuasi, penerangan, hingga unsur komunikasi dan elektronika.

“Satgas ini sudah mulai mengatasi kebakaran hutan di Kalsel, seperti di Tapin. Komandan Korem 101 Antasari menjadi komandan kedaruratan dan bencana. Kita tentu melibatkan semua unsur termasuk BPBD, Tagana, PMI, pemerintah daerah, dan semua unsur,” kata Kepala Penerangan Kodam VI, Letkol Inf Andi Gunawan, Selasa (15/9/2015).

“Kami melakukan water bombing di beberapa titik di Kalsel. Helikopter dibantu BNPB,” tambah Andi.

PRCPB terbentuk menyusul surat telegram Kasad Nomor ST/2512/2015 tanggal 7 September 2015 lalu, yang isinya instruksi membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan berkepanjangan akibat El Nino.

Kodam VI menyiagakan 4.500 tentara dari berbagai satuan di tiga provinsi, Kaltim, Kalsel, dan Kaltara. Ribuan tentara itu terbagi pasukan inti dan cadangan, dengan ujung tombaknya dari batalyon infantri.

Seperti Yonif 613 Tarakan menjadi pasukan inti mengatasi kebakaran di Kaltara didukung berbagai unit TNI lain hingga 500 personel. Pasukan cadangan disiagakan dari Markas Brigif 24/BC di Bulungan dan Yonif 614/Rjp di Malinau sejumlah 750 tentara.

Ribuan serdadu di Kaltim dan Kalsel juga sama. Pasukan dari Yonif 61 Awanglong di Samarinda dan pekuatannya menjadi pasukan inti mengatasi kebakaran di Kaltim.

Mereka didukung pasukan cadangan dari Yonif 600 Raider, Yonarmed 18/Barakuda, dan Denrudal 002 ABC. Pengerahan pasukan inti dan cadangan di Kaltim bisa sampai 1.330 personel.

Begitu pula di Kalsel. Yonif 623 di Banjarmasin dan perkuatannya sebagai inti sejumlah 730 personel. Mereka di-back up pasukan cadangan dari Yonif 621 Mtg dan Rindam VI dengan perkuatan 600 orang.

“Kodam mencadangkan 650 tentara terdiri 450 personel dari Yonkav 13 dan Balakdam dan 200 lain dari Zeni, kesehatan, Bekangdam, komlek, Pendam,” kata Andi. “Pengerahan tentara untuk atasi bencana kebakaran dan asap di Kalsel sudah berlangsung. Pasukan yang lain menunggu sewaktu-waktu ada diperintah mereka bergerak. Berau dan Kutai Barat kondisi sedang berat. Mobilisasi tergantung perintah,” kata Andi. (d j zebua)

Berita Terkait