Berita Headline Hukum 

Pelaku cabul 3 bocah, dikenal bersahaja dan aktif dalam politik

Ini rumah pelaku cabul. (Foto:michael m/cahayakaltim.com)

BALIKPAPAN, cahayakaltim.com — Tak ada yang menyangka sebelumnya sosok Imansyah yang dianggap dituakan dan dihormati warga Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, Kota Balikpapan ini ternyata diduga memiliki kelainan seks.

Lelaki 60 tahun ini selain dikenal baik, juga dekat dengan anak-anak di kompleksnya. Bahkan Imansyah sering mengajak anak-anak untuk refresing ke pantai atau tamasya ke tempat lain.

Awalnya oramg tua para anak-anak, tak menaruh curiga dengan kedekatan Imansyah yang akrab di sapa Ka’i dengan anak mereka. Namun persepsi positif itu langsung berubah, setelah salah satu orang tua korban menemukan kertas yang bertuliskan curahan anaknya.

“Sebelum kami tahu sebenarnya, dia orangnya baik. Kami menganggap dia itu orang tua dan tokoh di kompleks kami. Dia baik sama anak-anak. Tak ada yang curiga, karena dia sendiri memiliki banyak cucu.  Jadi tidak ada rasa cemas. Tapi setelah tahu, warga marah,” kata salah satu orang tua korban cabul, ketika ditemui cahayakaltim.com di rumahnya di kawasan Klandasan Ilir, Balikpapan.

Seperti dijelaskan Kanit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Balikpapan Ipda Kusti Winarsih, kalau kasus pencabulan yang diduga dilakukan Imansyah ini terungkap dari secarik kertas yang isinya menyebutkan kalau Ka’i tersebut telah melakukan perbuatan tidak senonoh itu.

“Kasus ini terungkap setelah orang tua Melati (nama samaran) menemukan selembar kertas saat menyapu lantai. Lalu ditanya secara baik-baik terhadap Melati namun tak mengaku. Kertas itu sempat hilang saat disimpat orang tua melati di dalam lemari. Namun di temukan kembali di jurang pembuangan sampah. Kertas itu sudah sobek. Mungkin karena anak itu takut, jadi dibuang anaknya. Lalu kami melapor ke Polres,” terang seorang ibu yang salah satu anaknya menjadi korban.

Imansyah menggarap anak-anak tersebut di rumahnya saat istrinya berangkat bekerja. “Dugaan kami dia melakukannya saat istrinya berangkat kerja di Kantor pengadilan negeri di Penajam,” kata ibu yang meminta identitas dia dan anaknya tak disebutkan.

Atas perbuatannya, orang tua korban meminta pihak kepolisian untuk bertindak sesuai hukum dan pelaku dihukum seberat-beratnya. Karena dugaan warga, korban bukan hanya 3 orang, melainkan lebih dari 9 orang.

“Kami mau pelaku dihukum seberat-beratnya. Karena dugaan kami korban bukan hanya 3 orang. Tetapi bisa lebih dari 9 orang,” uangkap orang tua korban. (michael)

Berita Terkait