Advetorial Berita Terkini 

Pemilih cerdas hasilkan pemimpin cerdas

ist
ist
PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) serentak kali ini, merupakan peluang untuk membuat perubahan agar demokrasi menjadi lebih baik. Namun tak berguna mengharapkan pemilih cerdas bila yang dipilih tidak cerdas. Pahamilah dan kenali pasangan calon yang akan dipilih berdasarkan pertimbangan yang matang, bukan berdasarkan hati nurani, atau karena berdasarkan jasa serta imbalan.
“Memilih dengan hati nurani sangat tidak tepat karena memilih tidak hanya berdasarkan firasat,” kata salah satu pengamat politik asal Samarinda, Anto Pasarawan, S.Sos.
Dalam memilih, sebaiknya harus mengetahui apa yang manjadi dasar atas visi, misi, dan program yang jelas.  Karena itulah yang nantinya akan menjadi pemimpin dan menentukan masa depan pemerintahan ke depan.
“Orang yang akan mewakili masyarakat, Aspiratis, peduli terhadap rakyat, serta melaksanakan tugas dan tanggungjawab sesuai perintah Undang-undang dalam rangka mewujudkan NKRI yang berkeadilan sosial, sesuai Pancasila & UUD ’45. Serta memiliki program menindaklanjuti rancangan UU Pedesaan dalam mewujudkan keadilan pembangunan, serta memiliki jiwa entrepreneur,” imbuh Anto.
Pemimpin yang berjiwa entrepreneur menurut Anto cukup tepat karena memiliki wawasan luas, banyak inovatif, selalau kreatif serta bijak dalam menghadapi permasalahan.
“Untuk menjadi pemilih yang cerdas maka ada lima kiat yakni masyarakat perlu mengenal kemampuan, kedekatannya dengan masyarakat, jangan pernah percaya janji melakukan perubahan. Namun pilih yang dekat dengan kepentingan masyarakat,” tambah pria berdara Banjar tersebut.
Untuk itu, Anto mengungkapkan pilihlah calon yang dekat dengan kepentingan umum. Amati melalui berbagai media atau bertanya pada rekan anda apakah calon yang akan dipilih adalah orang yang peduli dengan kepentingan atau masalah yang anda hadapi selama ini, misalnya masalah pengangguran dan peluang kerja, kekerasan terhadap anak atau dalam rumah tangga dan lain-lain yang bersentuhan dengan masalah atau kepedulian kita selama ini.
“Pemilih Cerdas tidak memilih  karena kekayaan pasangan calon, janji, hadiah dan sebagainya yang hanya menunjukkan kebaikan  tersebut untuk sesaat. Namun pilihlah pasangan calon kepala daerah yang idealis dan berjiwa intrepreneur dan berwawasan kebangsaan,” kata Anto. (*)

Berita Terkait