Pertalite mulai bikin “ketagihan” warga

tmp_31854-20150907_094612(1)729793260Balikpapan, Cahayakaltim.com — Kehadiran bahan bakar minyak (BBM) varian baru, yakni Pertalite, di Balikpapan, Kalimantan Timur sejak 4 September 2015 lalu, mendapat tanggapan bagus dari masyarakat. Terutama mereka yang selama ini menggunakan bensin. Mereka kini “ketagihan” Pertalite, dan mulai melupakan bensin (premium).

Hari, warga Balikpapan misalnya, sudah dua kali mengisi mobil jenis MPV keluaran 2010 miliknya dengan Pertalite. Sebelumnya dia selalu mengisi dengan premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. “Ya tentu saja sedikit lebih mahal daripada membeli bensin. Tetapi saya merasakan tarikan mesin mobil saya kok sepertinya lebih enteng. Ada pengaruhnya,” tuturnya.

Lukas, warga lainnya, yang memiliki motor Vespa Sprint tahun 1977, juga memilih mengisi dengan Pertalite. Sebelumnya, pegawai swasta itu membeli bensin, meski sesekali Pertamax. “Mesin skuter saya ini kan mesin lama, cocoknya ya mungkin bensin. Pertamax rada nggak cocok karena itu kan BBM kelas premium. Tapi sesekali dulu saya beli Pertamax untuk mengimbangi beberapa kali beli bensin eceran yang diragukan kualitasnya,” katanya.

Dengan munculnya Pertalite, menurut Lukas, itu adalah pilihan yang solutif. “Saya rasa mesin motor juga bisa jadi lebih bagus jika BBM-nya diganti dengan Pertalite. Saya juga sudah membeli Pertalite untuk mobil saya. Mesin memang terasa lebih enteng untuk mengebut,” katanya yang mengisi Pertalite di SPBU Damai Jalan MT Haryono Balikpapan.

Pertalite merupakan BBM nonsubsidi produksi Pertamina. Pertalite memiliki level Research Octane Number (RON) 90. Lebih bagus dari premium yang angka RON-nya hanya 88. Adapun harga Pertalite sedikit di atas harga premium, di Balikpapan sekitar Rp 8500 untuk satu liternya. (Atha Nalurita)

Berita Terkait