Berita Headline Politik 

Pilkada Balikpapan tanpa calon independen?

Suasana pers konfrens KPUD Balikpapan, Jumat (21/8/2015). (michael/cahayakaltim.com)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BALIKPAPAN, Cahayakaltim.com – Dua orang bakal calon independen Balikpapan  terancam absen dalam keikutsertaan dalam pilkada 9 Desember mendatang.

Pasalnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan menyatakan keduanya yakni Achdian Noor – Abriantinus (AA) dan Abdul Hakim – Wahidah AW gagal memenuhi syarat dukungan sesuai ketentuan pilkada.

Ketua KPU Balikpapan, Noor Toha kepada Cahayakaltim.com, mengatakan kedua pasangan calon perseorangan tersebut, tidak memenuhi syarat (TMS) setelah melewati verifikasi faktual di tingkat PPS hingga PPK.

“Pasangan AA menyerahkan 110 ribu suara dukungan, setelah dilakukan verifikasi, ditemukan sekitar 23 ribu suara ganda, sehingga tersisa sekitar 87,700 suara. Namun setelah dilakukan verifikasi faktual di tingkat PPS dan hasil pleno hanya mampu mengumpulkan 33.248 suara,” kata Toha, Jumat (21/8/2015)

Pasangan AW sendiri, lanjut Toha, hanya mampu mengumpulkan 21.653 suara dukungan setelah menyerahkan sekitar 91 ribu suara.

“Masih banyak kurangnya sehingga belum memenui syarat. Tapi hasil ini masih akan dikaji dalam rapat pleno tertutup internal KPU,” jelasnya.

Rapat Pleno internal ini guna menentukan nasib pencalonan menempuh jalur independen ini. Nasib pasangan perseorangan akan ditentukan apakah bisa ditetapkan sebagai calon peserta pilkada Balikpapan ataukah tidak.

Kedua pasangan independen Balikpapan sama sama mengaku tidak puas akan hasil pleno verifikasi factual syarat dukungan pilkada. Keduanya sepakat bahwa batas waktu pelengkapan suara dukungan terlalu mepet sudah diberikan KPU Balikpapan.

“Waktunya terlalu mepet. Itu juga yang diakui rekan kami di PPS. Sehingga persyaratan tak dipenuhi untuk melengkapi persyaratan dukungan,” papar Abriantinus, kepada Cahayakaltim.com, Jumat (21/8/2015) sore.

Pasangan Achdian – Abriantinus juga berencana melayangkan gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) atas hasil rapat pleno KPU Balikpapan.

Komisioner KPU Balikpapan, Bidang Verifikasi, Sunawiyanto menyatakan gugatan PTUN tidak berpengaruh terhadap tahapan pilkada sudah ditetapkan. Pihaknya akan mentaati putusan PTUN yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap. (michael)

Berita Terkait