Berita Headline Berita Terkini Ekobis 

Platform Jempang Metulang Blok Mahakam mulai prodiksi

BALIKPAPAN, Cahayakaltim.com – Anjungan Lepas Pantai (platform) Jempang Metulang (JM1), di Lapangan South Mahaham, di Blok Mahakam (Total E&P Indonesie/TEPI 50% operator, Inpex 50%), pada Jumat (10 Juli 2015), pukul 17.10 Waktu Indonesia Tengah, mulai memproduksi gas dan kondensat untuk pertama kalinya (start up) secara aman. Sumur pertama yang dibor, yakni JM-101, kini memproduksi gas sebanyak 32 MMsfcd dan 450 boepd kondensat. Sementara itu, sumur berikutnya yakni JM-104, tengah dibor menggunakan Rig Hakuryu-10.

Operasi pengeboran dan dimulainya produksi ini berlangsung sangat aman dan sama sekali tidak terjadi insiden atau zero LTI (Lost Time of Injuries) dengan menghabiskan 2,9 juta jam kerja. Produksi pertama di platform ini ini tercapai 80 hari lebih cepat dari jadwal dalam POD (Plan of Development) yang telah disetujui oleh SKK Migas.

Anjungan JM1 merupakan bagian dari proyek pengembangan South Mahakam tahap ketiga (SMK3) dan merupakan anjungan keempat di Lapangan South Mahakam Field. Tiga anjungan terdahulu adalah: Main Stupa (SP1), West Stupa (SP2) dan East Mandu (MD1), yang kesemuanya dibangun pada proyek pengembangan South Mahakam tahap kesatu dan kedua.

JM1 merupakan anjungan kaki tiga (tripod) yang dirancang oleh TEPI dan pembangunannya dikerjakan oleh kontraktor lokal di Handil Yard (di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara). Ia memiliki 6 slot (3 splitter slots and 3 single slots) untuk mengakomodari 9 sumur (7 sumur bagian dari SMK3, dan dua sumur lagi di masa mendatang) dengan kapasitas 120 MMscfd. Kesuluruhan bobot untuk top side (deck) mencapai 950 ton sedangkan kakinya (jacket) berbobot 720 ton. Seluruh pekerjaan rekayasa dilakukan di bawah pengawasan para personel TEPI.

Anjungan baru ini tersambung dengan platform sebelumnya (East Mandu-MD1) melalui sebuah pipa baru berdiameter 12 inch sepanjang 7,7 km, sementara MD1 terhubung melalui pipa berdiameter 24 inch sejauh 10 km dengan pipa ekspor utama South Mahakam berdiameter 24 inch sepanjang 64 km. Gas yang dihasilkan dari Lapangan South Mahakam diproses di Peciko Processing Area (PPA) yang berada di Senipah. Dari Senipah gas dikirim ke Bontang melalui pihak 42 inch, yang merupakan produksi dari lapangan-lapangan: Peciko, Bekapai dan South Mahakam.

Proyek SMK3 dimulai pada 26 April 2013 dengan durasi 24 bulan. Anjungan dan pipa-pipa telah siap enam minggu lebih cepat dari jadwal dan diserahkan kepada tim operasi pada 21 April 2015. Tatkala platform telah siap, kegiatan pengeboran dimulai dengan spud-in di sumur pertama JM-101 pada 8 Mei 2015 menggunakan rig pengeboran lepas pantai Hakuryu-10, dengan kedalaman mencapai 4.200 meter. Lama pengeboran 55 hari dengan sedikit sekali waktu yang terbuang (low Non Productive Time). Dari sisi pengeboran, JM-101 sangatlah strategis karena ia sumur pertama dan menerapkan konsep arsitektur sumur ringan. Dengan

keberhasilan ini, maka hal ini mengkonfirmasi bahwa lima dari tujuh sumur di JM1 dapat menggunakan arsitektur ringan ketimbang konsep arsitektur berat. Konsep arsitektur ringan ini merupakan inovasi hasil inisiatif TEPI guna mengebor secara lebih cepat dan murah.

“Dengan konsep ini, seluruh sumur di JM1 dapat dibor 113 hari lebih cepat, dan menghemat US$ 37 juta, dibandingkan kalau menggunakan arsitektur berat. Dan hal ini merupakan capaian penting TEPI dalam pengembangan Blok Mahakam,” kata President & General Manager TEPI, Hardy Pramono. Dia menegaskan, berbagai inovasi dan rendahnya LTI merupakan bukti komitmen TEPI untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Indonesia.

Rekor keselamatan yang tinggi dengan zero LTI menunjukkan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama, sementara penyelesaian proyek JM1 dapat dicapai berkat kerjasama yang sangat baik antara berbagai entitas berbeda di TEPI (terutama Geosciences & Reservoir, Project & Construction, Drilling and Field Operation) dengan menerapkan semangat kebersamaan.

Lapangan South Mahakam merupakan salah satu lapangan produksi yang dikelola TEPI yang berada di bawah unit produksi dan pemrosesan gas Senipah Peciko dan South Mahakam (SPS). Terletak 70 km dari lepas pantai SPS, Lapangan South Mahakam telah memproduksi gas sejak 2012. Dengan berproduksinya sumur JM-101, produksi lapangan South Mahakam mencapai 315 Mmscfd (gas) dan 13.600 boepd (kondensat). Puncak produksi Lapangan South Mahakam diperkirakan pada 330 Mmscfd (gas) dan 14.000 boepd (kondensat). Dengan produksi dari aset baru ini diharapkan produksi dari Blok Mahakam dapat dipertahankan dan ini adalah satu kontribusi lagi bagi Indonesia. (adv/michael)

Berita Terkait