September 28, 2020

cahayakaltim.com

Jernih Inspiratif

PN Balikpapan Jadwalkan Sidang Konsinasi Ganti Rugi Jalan Tol Balsam Sektor 1 Bulan Depan

 

CAHAYAKALTIM.COM, Balikpapan–Menyikapi keluhan warga yang terkena dampak proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Pengadinal Negeri (PN) Balikpapan, menjadwalkan pelaksanaan sidang konsinasi baru akang digelar pada 7 Agustus 2020.

Humas PN Balikpapan, Arif Wisaksono SH, mengatakan, pihaknya dalam penanganan tuntutan warga, selalu di layani dengan baik sesuai aturan dan prosedur. Terkait persoalan ganti rugi jalan tol Balsam sektor 1 Balikpapan ini, PN Balikpapan sudah menyurati PN Samarinda.

“Sejak awal kami tak memperlambat prosesnya. Kami hanya menunggu balasan surat yang sebelumnya sudah kami kirim ke PN Samarinda. Namun baru sekarang (Jumat, 24/7/2020) sudah menerima balasan. Selanjutanya akan diproses kembali. Namun sudah diatur jadwal sidang konsinasinya 7 Agustus bulan depan,” kata Arif kepada Cahayakaltim.com.

Humas PN Balikpapan, Arif Nogroho SH
Humas PN Balikpapan, Arif Wisaksono SH. (foto: michael m)

Terkait adanya penolakan penandatangan surat Berita Acara dari Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim, bahwa lahan yang berada di Kawasan Hutan Lindung sesuai Peraturan Undang-undang Kementerian Kehutanan Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, diman dalam Peraturan tersebut melarang adanya kegiatan warga di areal Hutan Lindung. Menurut Arif, hal tersebut nanti akan menjadi pertimbangan dalam persidangan nanti.

“Hal yang dijawab pihak Dinas Kehutanan itu nantinya akan menjadi pertimbangan dalam sidang. Jadi tunggu saja sidang konsinasi digelar,” singkat Arif.

Sementara itu, ditempat terpisah, menurut Koordinator Warga terkena dampak pembangunan Jalan Tol Balsam, Pengeran mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PN Balikpapan lewat Panitera dan hasilnya sidang konsinasi akan digelar pada minggu pertama bulan Agustus.

“Kami agak lega dengan kabar tersebut. Untuk itu langkah selanjutnya kami hanya bisa menunggu pelaksanaan sidang konsinasi dilaksanakan,” kata Pangeran.

Untuk diketahui, sedikitnya 47 warga terdampak pembangunan jalan Tol Balsam di Seksi I masih berharap kejelasan ganti rugi lahan mereka yang sejak ditetapkan proyek pertama jalan tol Kaltim itu di mulai.

Dari 41 bidang yang dituntut warga, baru 2 bidang yang terbayar, sedangkan sisanya 39 bidang hingga saat ini belum tuntas. Padahal semua berkas dan administrasi serta koordinasi dengan para instansi teerkait sudah mereka dapatkan.

Semua tahapan Clear and Clean dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Balikpapan sudah kami dapatkan. Sehingga pada Tahun 2019, 2 bidang terbayarkan, namun sejak saat ini 39 Bidang belum juga ada kejelasan.

Lokasi 39 Bidang lahan milik warga ini berlokasi di Seksi I atau di sekitatan kawasan KM 18 hingga ke perbatasan Samboja. Lahan tersebut juga pada tahun 1996 ditetapkan Pemerintah sebagai kawasan Hutan Lindung.

Posts Grid

%d blogger menyukai ini: