Berita Terkini Opini 

Polri yang Promoter Oleh : Dr. Susilo Handoyo, S.H.,M.Hum

SETIAP negara di dunia pasti ingin mempunyai Polisi yang hebat dan profesional yang dapat diandalkan dan menjadi kebanggaan masyarakat bangsa dan negara dalam menjalankan tugasnya di masyarakatnya untuk menanggulangi berbagai macam kejahatan guna  menangkap pelaku kriminal yang meresahkan lingkungannya. Mereka mengharapkan lingkungan yang aman dan tertib, bukan hanya sebatas pada tempat tinggalnya juga di tempat kerja, tempat rekreasi, tempat hiburan, tempat belanja, tempat olahraga, tempat orang sakit, tempat bermain, tempat keramaian dan tempat umum lainnya.

Kata aman menurut kamus besar bahasa Indonesia mempunyai ragam arti antara lain ‘”bebas dari bahaya, bebas dari gangguan pencuri, terlindung atau tersembunyi, tidak mengandung resiko, tenteram dan tidak merasa takut atau khawatir. Sedangkan arti kata tertib mempunyai makna yaitu teratur, menurut aturan, rapi, sopan, dengan sepatutnya, aturan dan peraturan yang baik. Setiap hari masyarakat bisa melihat dan mendengar kejahatan silih berganti terjadi di Indonesia melalui media cetak, media elektronik dan media sosial.

Bukan saja secara kuantitas tetapi juga secara kualitas kejahatan pun mengalami kemajuan dan peningkatan seiring dengan perkembangan jaman, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat dalam rangka memberikan dukungan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melaksanakan tugas pokoknya sesuai Pasal 13 UU RI Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri yaitu :

  1. memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat
  2. menegakkan hukum
  3. memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat

Persoalan yang mengedepan adalah mengapa dukungan itu menjadi penting ? Karena negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat yang memberikan keamanan, ketertiban, kedamaian, kenyamanan, ketentraman dan keadilan kepada setiap warga negaranya tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan golongan apapun. Komitmen ini selaras dengan program prioritas Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dikenal dengan Nawa Cita atau sembilan agenda prioritas yang menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

          Pada tanggal 13 Juli 2016, Presiden Joko Widodo telah melantik Jenderal Polisi Drs. H.M.Tito Karnavian, M.A, Ph.D sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) ke 23 setelah melewati berbagai rangkaian Fit and Proper test di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Setelah dilantik, Jenderal Tito mempunyai kebijakan yang harus dipedomani dan dijalankan oleh seluruh anggota Polri dimanapun bertugas. Kebijakan Kapolri tersebut dituangkan pada Visi, Misi, Program Prioritas dan Komitmen. Adapun Visi Jenderal Tito yang lebih dikenal dengan istilah PROMOTER dimana penjelasannya adalah sebagai berikut :

  1. Profesional, meningkatkan kompetensi SDM Polri yang semakin berkualitas melalui peningkatan kapasitas pendidikan dan pelatihan serta melakukan pola-pola pemolisian berdasarkan prosedur baku yang sudah dipahami, dilaksanakan dan dapat diukur keberhasilannya
  2. Modern, melakukan modernisasi dalam layanan publik yang didukung teknologi (SAPRAS), sehingga semakin mudah dan cepat diakses oleh masyarakat termasuk pemenuhan kebutuhan Almatsus dan Alpakam yang makin modern
  3. Terpercaya, melakukan reformasi internal menuju Polri yang bersih dan bebas dari KKN, guna terwujudnya penegakan hukum yang obyektif, transparan, akuntabel dan berkeadilan.

Selanjutnya Misi Jenderal Tito antara lain :

  1. Berupaya melanjutkan reformasi internal Polri
  2. Mewujudkan organisasi dan postur Polri yang ideal dengan didukung sarana dan prasarana Kepolisian yang modern
  3. Mewujudkan pemberdayaan kualitas sumber daya manusia Polri yang profesional dan kompeten, yang menjunjung etika dan HAM
  4. Peningkatan kesejahteraan anggota Polri
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan prima dan kepercayaan publik kepada Kepolisian RI
  6. Memperkuat kemampuan pencegahan kejahatan dan deteksi dini berlandaskan prinsip pemolisian proaktif dan pemolisian yang berorientasi pada penyelesaian akar masalah
  7. Meningkatkan Harkamtibmas dengan mengikutsertakan publik melalui sinergitas polisional
  8. Mewujudkan penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, menjunjung tinggi HAM dan anti KKN

Kemudian, ada 11 (sebelas) Program Prioritas Jenderal Tito yaitu :

  1. Pemantapan reformasi internal Polri
  2. Peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis TI
  3. Penanganan kelompok radikal prokekerasan dan intoleransi yang lebih optimal
  4. Peningkatan profesionalisme Polri menuju keunggulan
  5. Peningkatan kesejahteraan anggota Polri
  6. Tata kelembagaan, pemenuhan proporsionalitas anggaran dan kebutuhan Min Sarpras
  7. Bangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas
  8. Penguatan Harkamtibmas (pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)
  9. Penegakan hukum yang lebih profesional dan berkeadilan
  10. Penguatan pengawasan
  11. Quick Wins Polri

Dan, Komitmen Jenderal Tito selama kepemimpinannya adalah :

  1. Melakukan konsolidasi internal dan menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan organisasi Polri yang semakin solid dan profesional
  2. Melanjutkan program-program yang dilaksanakan oleh Kapolri sebelumnya (Mikul duwur mendem jero menjunjung tinggi kebaikan yang ditanamkan pemimpin sebelumnya dan menanam dalam – dalam kejelekan atau ketidak baikan sebelumnya)
  3. Mewujudkan Insan Bhayangkara dan organisasi Polri yang bersih, bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme serta menjunjung etika dan moral
  4. Selalu mengembangkan sistem diklat Polri dalam rangka meningkatkan kompetensi dan integritas SDM Polri
  5. Melakukan koordinasi dengan stake holder terkait guna memudahkan dan memperlancar program-program yang telah direncanakan dan tetapkan
  6. Menunjukan teladan pemimpin yang memiliki kompetensi, proaktif, tidak ragu-ragu dan bertanggung jawab serta melayani dan memberdayakan anggota serta antisipatif terhadap perubahan
  7. Mewujudkan pelayanan prima Polri dengan mudah, cepat, nyaman dan humanis (memudahkan yang sulit menjadi semakin mudah dan jangan sampai nenyulitkan yang mudah)
  8. Menerapkan pemberian penghargaan bagi yang berprestasi dan menindak bagi yang melakukan pelanggaran
  9. Mengamankan program prioritas nasional dan kebijakan Pemerintah
  10. Melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh reformasi internal Polri, peningkatan pelayanan publik menjadi lebih prima.

Kebijakan Kapolri Jenderal Tito di atas sudah berjalan lebih dari setahun dan masih bergulir hingga sekarang. Tidak mudah mewujudkan sesuai dengan Visi di atas karena tidak seperti membalikkan telapak tangan. Realitanya, ada ± 430.000 (empat ratus tiga puluh ribu) orang jumlah personil Polri saat ini yang  tersebar di seluruh wilayah Indonesia mulai dari kota besar sampai ke pelosok-pelosok tanah air dengan banyak permasalahan yang sangat kompleks, baik internal maupun eksternal.

Tidak bisa dihindari masih banyak lagi tunggakan atau hutang kasus-kasus besar yang belum terungkap oleh Polri, namun demikian harus diakui sudah banyak prestasi yang telah ditorehkan oleh Polri dan sudah dirasakan hasilnya oleh masyarakat dengan  pengungkapan kasus-kasus besar seperti terorisme, narkoba, korupsi, premanisme, kelangkaan pangan dan kegiatan penting lainnya seperti pengamanan hari raya Idul Fitri, hari Natal, hari Nyepi, hari Waisak, Imlek serta kunjungan tamu-tamu dari negara sahabat beberapa waktu lalu.

Banyak opini yang berasal dari masyarakat telah mengakui bahwa Polri telah banyak mengalami kemajuan yang signifikan dalam hal pelayanan publik, sehingga memudahkan masyarakat yang membutuhkan bantuan Kepolisian dan Polri telah menerima banyak pujian dalam hal memberikan rasa aman dan tertib di masyarakat, sehingga kepercayaan publik secara statistik dapat diperoleh meningkat. Ayo dukung terus untuk Polri yang PROMOTER !!!  Demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia tercinta. (*)

oleh : Dr. Susilo Handoyo, S.H.,M.Hum (Dosen Universitas Balikpapan)

Berita Terkait