Balikpapan Berita Headline 

Sudjatmiko kasih arahan untuk Rizal Effendi

Sudjatmiko bersama Rizal Effendi dan Heru Bambang. (alfian tamzil/cahayakaltim.com)
Sudjatmiko bersama Rizal Effendi dan Heru Bambang. (alfian tamzil/cahayakaltim.com)

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Setelah ditetapkanya sebagai walikota dan wakil walikota terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Balikpapan, pasangan Rizal Effendi dan H Rahmad Masud, diharapkan  harus lebih bekerja keras lagi demi memajukan kota Balikpapan dari sebelumnya.

Kendati di era kepemimpinan Rizal Effendi selama 5 tahun lalu, sudah banyak membuahkan hasil  dengan dibuktikan  banyaknya penghargaan dari pemerintah pusat kepada Pemkot Balikpapan. Tentu saja ini merupakan sebuah kebanggan bagi warga kota.

Namun, setelah Rizal Effendi kembali terpilih sebagai walikota Balikpapan periode 2015 – 2020, masih banyak yang harus dikerjakan.

Hal ini seperti dikatakan Ketua Umum Gerakan Masyarakat Madani (Gemma) Balikpapan, Ir Sudjatmiko. Menurutnya, ada beberapa poin yang menjadi skala prioritas.  Seperti sektor ekonomi, sektor pendidikan dan sektor lingkungan.

Menurut Sudjatmiko, sektor sektor itu adalah Sektor ekonomi, di mana pemkot Balikpapan hendaknya  memberikan insentif bagi para  investor dan memberi  kemudahan dan kecepatan dalam proses perijinan. Begitu pula dalam sektor pendidikan, juga turut menjadi perhatian serius bagi Pemkot Balikpapan. “Kita lihat saja, jumlah sekolah dasar dengan jumlah sekolah menegah pertama tidak sebanding. Artinya, di Balikpapan ini masih kekurangan sekolah SMP,” ujar Sudjatmiko pada Cahaya Kaltim

Lebih lanjut ia juga mengatakan, dalam hal  penunjukan jabatan, sudah saatnya pemkot Balikpapan melakukan lelang jabatan. Hal ini sudah pernah dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah di daerah lain. “Sistem lelang jabatan ini, justru lebih jelas tentang kemampuan para calon pejabat  yang akan didudukinya. Karena dalam lelang jabatan itu akan dilakukan feet and proper test,” ujar alumni Fakultas Teknik  Sipil Universitas Gajah Mada Jokjakarta ini.

Menurutnya di era pemerintahan Rizal Effendi selama menjabat selama 5 tahun itu, terbilang baik dan sudah berjalan  sesuai dengan jalur yang ada atau on the track. Namun menurutnya, masih ada hal hal harus dibenahi. Seperti pelayanan public. Di mana saat ini, tak sedikit pejabat yang justru minta dilayani, bukan melayani. “Seperti  adanya kendala kultural di dalam birokrasi, masih banyak dijumpai para  birokrat yang tidak bersifat sebagai pelayan masyarakat tetapi lebih bersifat feodal dan minta dilayani,” ujar Sudjatmiko.

Ia berharap agar pemerintahan di era kepemimpinan Rizal Effendi  ini, hendaknya  secara ideal faktor yang mempengaruhi baik buruknya pelayanan publik adalah menyangkut ,  core skills. Echnician,management, business knowledge, habits, experience tehnology  dan knowledge of environment,” ujarnya.(alfiantamzil)

Berita Terkait