Berita Headline Bumi Etam 

Siswa Geologi Pertambangan Kukar, tewas di lubang tambang

Lokasi lubang bekas tambang batubara yang menewaskan siswa SmK pertambangan Kukar. (ist)
Lokasi lubang bekas tambang batubara yang menewaskan siswa SmK pertambangan Kukar. (ist)

TENGGARONG, CAHAYAKALTIM.com–Galib (40 tahun) dan ‘Indo Itoing (35 Tahun)  mungkin tak menyangka hari ini adalah hari tersedih dalam hidup mereka, suami istri bersuku Bone dan Wajo, Sulawesi yang sekarang Berdomisili di Tenggarong ini kini harus kehilangan Putra mereka Muliadi (15 Tahun) di Danau atau Lubang Bekas Tambang Batubara milik Perusahaan Tambang Batubara PT. Multi Harapan Utama (MHU), persisnya di Pit J6S milik PT. MHU.

Jasad Muliadi ditemukan Pukul 15.01 Wita sejak dilakukan pencarian oleh Tim BPBD Kutai Kartanegara Pukul 13.00 Wita.

Muliadi sendiri menurut keterangan Teman bermainnya Pratama (15 thn) bersama-sama teman-teman satu sekolahnya SMK Geologi Pertambangan bermain dan berjalan-jalan ke Danau ‘maut’ tersebut bersama 8 teman sekolahnya sejak Pkl 11.00 siang sepulang mengecek Remedial atau ujian mengulang.

“Anak  saya mengecek apakah dia kena ujian ulang atau remedial, namun kata gurunya ia tidak kena, semua nilai bagus. Jika ia masih hidup pasti naik kelas dua SMK besok.” tambah Indo.

Masih menurut kesaksian Pratama, teman bermainnya, Adi sapaan akrab Muliadi melompat ke danau bekas tambang batubara tersebut dan tidak kunjung muncul ke permukaan.

Muliadi adalah anak kedua dari 6 saudara. Keluarga korban ini tinggal di Jl Kihajar Dewantara, Tenggarong hanya berjarak 5 rumah dengan Korban Lubang Tambang sebelumnya yang tewas di Sebulu Modern, hamparan jalan Kihajar dewantara ini juga Cuma berjarak 1 kilometer dari Rumah Dinas Bupati Kutai Kartanegara yang hingga rilis ini ditulis belum menjenguk dan mengutus satu orangpun menyampaikan duka ke keluarga korban yang sekarang membuka usaha menyewa toko kelontong di jalan Ki Hajar Dewantara ini.

“Cita-citanya ingin sekolah olahraga, dia mau jadi atlit Volley dan pemain Sepakbola profesional meskipun akhirnya diterima di SMK Geologi..” ujar Galib ayahnya.

Muliadi menurut catatan JATAM Kaltim adalah korban ke 2 di tahun 2015 ini di Kutai Kartanegara, kami juga mencatat sebelumnya juga ada korban sejak 2010 di lubang bekas Tambang Kitadin di L3 dan L4. Jadi sudah 5 Korban di Kutai Kartanegara sejak 2010 hingga kini.

Sementara jika digabung dengan data JATAM di Samarinda, maka sudah 18 korban anak-anak tewas di lubang Tambang di Kaltim sepanjang 2010 – 2015 ujar Merah Johansyah, Dinamisator JATAM Kaltim.

Menurut Merah Johansyah, JATAM Kaltim dan Gerakan Kukar Menggugat di lapangan, Luas Danau Tambang batubara ini membentang mencapai 3 hektar, berwarna kehijauan dan bening. Lokasi lubang ini berada pada RT 3, Kilometer 14, Kelurahan Loa Ipuh  Darat, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara. Akses sangat mudah dimasuki warga dan anak-anak melalui Gang Heram, tak jauh dari Jalan Raya Tenggarong – Kota Bangun.

Lubang bekas Tambang ini nampak berada sangat dekat dengan Pemukiman penduduk, dari Pengambilan Koordinat GPS, jarak rumah terdekat dengan tempat kejadian hanya 333 meter. Dari pantauan juga tidak ditemukan Papan larangan, rambu peringatan dan pos penjagaan untuk mencegah akses warga ke lubang tambang.

Menurut Informasi warga, lubang sudah dibiarkan menganga sejak akhir tahun 2012, reklamasi dan penutupan lubang bekas  tambang tidak dilakukan. Tim JATAM Kaltim juga melakuka pengecekan PH air di lubang tambang tersebut dan ditemukan PH 3,7 atau melanggar standar baku mutu dan berarti sangat asam dan berbahaya ( Acid Mine Drainage / AMD / Zat Asam tambang ).

Multi Harapan Utama (MHU) adalah Ijin Tambang PKP2B dengan Luas   36. 173, 84 hektar dengan No Ijin 56.K/30/DJB/2008. (jtm/mick)

Berita Terkait