Berita Headline Nasional 

Soal Setya Novanto, Jokowi masih bungkam

Jokowi 1

BALIKPAPAN, CAHAYAKALTIM.com–Presiden Joko Widodo memilih bungkam saat ditanya jurnalis apakah akan membawa kasus pencatutan namanya ke ranah hukum. Presiden akrab disapa Jokowi ini langsung menyudahi sesi tanya jawab dengan wartawan serta memasuki pesawat helikopter yang membawanya kembali ke Balikpapan, Kamis (19/11).

Jokowi sedang berada di Kaltim dalam rangka ground breaking proyek rel kereta api Rusian Railways (Rp 72 triliun), jembatan pulau Balang (Rp 5 triliun), jalan tol Balikpapan – Samarinda (Rp 9 triliun) dan kawasan industry Buluminung (Rp 30 triliun). Beberapa saat sebelumnya, Jokowi juga meresmikan penggunaan pabrik pupuk PKT V Bontang senilai Rp 4,1 triliun.

Padahal sebelumnya, Jokowi lancar menanggapi pertanyaan wartawan soal penanganan proyek proyek ini dimasa mendatang. Bahkan, mantan Gubernur DKI Jakarta tetap menanggapi soal kasus pencatutan namanya oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto dalam perpanjangan kontrak Freeport.

Jokowi mengaku akan menghormati apapun keputusan diambil Mahkamah Kehormatan Dewan yang sedang memproses laporan Menteri ESDM, Sudirman Said. Dia percaya pada integritas MKD dalam mengambil keputusan terbaik soal Setya Novanto.

“Biarkan MKD bekerja, saya menghormati apapun keputusan mereka,” ujarnya.

Pernyataan Jokowi ini mengulang sudah disampaikan pada media massa beberapa waktu lalu. Sesuai memberikan pernyataan, dia bergegas menuju pesawat helicopter serta tidak menggubris pertanyaan apakah akan membawa kasusnya ke ranah hukum.

Sudirman Said sudah menyerahkan bukti rekaman itu yang diduga ada suara Ketua DPR Setya Novanto yang berbincang dengan bos Freeport, Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha M. Riza Chalid.

Sudirman melaporkan anggota DPR yang diduga jadi pelobi perpanjangan kontrak Freeport disertai bukti transkrip percakapan. Legislator ini kemudian juga dituduh mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Belakangan diketahui legislator yang dilaporkan Sudirman tersebut adalah Ketua DPR Setya Novanto. Adapun Setya membantah tudingan tersebut. class=MsoNormal style=’text-align:justify’>“Kita sendiri yang membuat peraturan pemerintah dan menteri ini, tentu bisa kita pertimbangkan,” paparnya.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) menentang rencana Kaltim membangun rel kereta api batu bara bekerjasama dengan Rusian Railways. Adanya rel kereta api ini hanya memperparah eksploitasi industry batu bara di Kaltim.

“Kandungan batu bara Kaltim segera habis adanya rel kereta api ini,” kata Dinamisator Jatam Kaltim, Merah Johansyah.

Merah beranggapan kereta api batu bara sepanjang 183 kilometer hanya menguntungkan 377 perusahaan pertambangan Kaltim. Padahal rel kereta api membelah Kutai Barat, Paser, Penajam Paser Utara dan Balikpapan berpotensi menyebabkan bencana lingkungan adanya galian sisa pertambangan batu bara. (masbro)

Berita Terkait