Berita Headline Politik 

Tak terima, dua calon perseorangan datangi KPU Balikpapan

 

pasangan HW dan AA ketika bertemu dengan Komisioner KPU Balikpapan, Senin (24/8/2015). (michael m/cahayakaltim.com)

BALIKPAPAN, cahayakaltim.com–2 jam usai pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan mengumumkan daftar calon tetap (DCT) dalam pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah (Pilkada), kedua pasangan calon perseorangan yang tidak diloloskan, dr Hakim-Waidah (HW) dan pasangan Achdian Nor-Abriantinus (AA) mendatangi gedung KPU untuk meminta penjelasan terkait tidak lolosnya kedua pasangan tersebut, Senin (24/8/2015)

Kedua pasangan calon langasung diterima Ketua KPU balikpapan Noor Thoha bersama 4 komisioner lainnya.

“Kami hanya ingin mendengarkan secara langasung alasan KPU yang tidak meloloskan kami dalam Pilkada ini,” kata ketua timses pasangan AA, Okta.

Dijelaskan juga bahwa, AA merasa sudah memenuhi persyaratan yang diberikan sekaligus meminta verifikasi faktual yang hanya dijalankan selama 5 hari dan fakta dilapangan hanya dijalankan selama 3 hari saja karena terbentur dengan hari libur.

“Saat verifikasi hanya dijalankan selama 3 hari. Itu terjadi karena hari linur dan juga hari peringatan Kemerdekaan RI ke 70. Selain iu juga beberapa petugas verifikasi (PPS) tidak menjalankan tugasnya dengan baik, seperti di kelurahan Sepinggan Baru, dimana Petugas PPS disana tidak turun ke lapangan dan malah berada di luar kota,” jelas Okta.

Hal yang sama juga diungkapkan pasangan HW. Dimana mereka tidak menerima putusan KPU yang terkesan merugikan pasangan perseorangan.

Menanggapi keluhan tersebut, ketua KPU Noor Thoha mengatakan, KPU sudah melakukan tugasnya sesuai tahapan dan aturan yang berlaku.

“Apa yang menjadi keluhan ini memang secara pribadi kami sangat prihatin. Namun keterbatasan soal prosedur dan aturan yang berlaku yang menuntut tugas kamilah yang menjadi tugas KPU,” kata Thoha.

Kendati dalam pertemuan terbuka di gedung pertemuan KPU Balikpapan itu belum merubah putusan KPU, namun kedua pasagan calon HW dan AA akan mengajukan keberatannya ke Panwaslu.

“Kami akan mengajukan keberatan kami ke Panwaslu. Yang mana kami merasa disalahkan dalam prosedur yang dijalankan dalam aturan Pilkada ini. Alasanya, karena saat verifikasi, beberapa PPS malah hanya menunggu  kami (timses) untuk mengumpulkan masa dukungan tanpa mendatangi terlebih dahilu,” keluh Okta. (michael)

 

 

Berita Terkait