Uji pasar Pertalite di Samarinda, ini penjelasan Pertamina

tmp_31854-20150907_094612(1)729793260SAMARINDA, cahayakaltim.com – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI laksanakan aktivasi uji pasar Pertalite di Samarinda, Kalimantan Timur. Pelaksanaan aktivasi uji pasar tersebut ditandai dengan pengisian perdana Pertalite pada kendaraan di SPBU COCO 61.751.02 Jalan Slamet Riyadi, Kota Samarinda, yang dilakukan oleh SVP Fuel Marketing & Distribution Muchamad Iskandar, didampingi oleh GM Marketing Operation Region VI Faris Aziz, serta Wakil Walikota Samarinda Nusyirwan Ismail.

SVP Fuel Marketing & Distribution Muchamad Iskandar menjelaskan bahwa Kalimantan merupakan salah satu pasar yang sangat potensial sehingga tahapan uji pasar Pertalite ini sangat penting bagi Pertamina untuk mengetahui animo masyarakat di Kalimantan. Kalimantan pun merupakan pulau pertama di luar Jamali (Jawa-Madura-Bali) yang melaksanakan uji pasar Pertalite.

“Sejauh ini animo masyarakat sangat positif terhadap Pertalite, terbukti dari rata-rata penjualan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur di SPBU-SPBU sudah mencapai 4500 Liter/hari, bahkan ada yang menembus hingga 14.000 liter/hari. Untuk wilayah Kalimantan, saat ini Pertalite sudah dipasarkan di Samarinda, Bontang, Sangata, Balikpapan, dan Tenggarong,” jelas Iskandar.

GM Marketing Operation Region (MOR) VI Faris Aziz pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa untuk saat ini Pertalite sudah dipasarkan di 11 SPBU dan 1 APMS di Kalimantan Timur dan semenjak dilakukan roll out Pertalite pada awal September silam, konsumsi Pertalite terus menunjukkan tren positif, “Pada SPBU-SPBU yang telah menjual Pertalite, market share produk baru Pertamina ini mencapai 7% – 8% yang didapatkan dari peralihan konsumen Premium,” ujar Faris.

Faris pun menambahkan, aktivasi uji pasar ini mengundang komunitas-komunitas otomotif dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk memperkenalkan produk Pertalite sebagai alternatif pilihan  konsumen BBM jenis Premium, “Apabila ingin menggunakan BBM yang lebih berkualitas, hemat BBM, ramah lingkungan, dan dengan harga yang terjangkau, kami sarankan untuk pakai Pertalite” himbau Faris.

Terinspirasi oleh perkembangan teknologi kendaraan bermotor di Indonesia, Pertalite adalah varian baru dari produk gasoline non subsidi Pertamina yang diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen, dengan level research octane number (RON) 90, Pertalite membuat pembakaran pada mesin kendaraan dengan teknologi terkini lebih baik dibandingkan dengan Premium yang memiliki RON 88. Pertalite sesuai untuk digunakan kendaraan bermotor roda dua hingga kendaraan multi purpose vehicle ukuran menengah.

PT Pertamina (Persero) MOR VI akan terus melakukan penambahan jumlah dan cakupan wilayah outlet SPBU yang dapat melayani penjualan Pertalite untuk memenuhi permintaan konsumen terhadap BBM RON 90 yang semakin meningkat.

“Dengan aktivasi ini diharapkan konsumen dapat dengan mudah mengakses Pertalite sebagai bahan bakar pilihannya, terutama bagi konsumen yang menginginkan bahan bakar dengan RON lebih tinggi dari Premium dan harga terjangkau,” tutup Faris. (adv/michael)

Berita Terkait